Perkuat Kebijakan Lingkungan, BRIDA Makassar Godok Desain Riset Sampah Ekonomi Sirkular

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar terus mematangkan langkah strategis dalam penanganan isu lingkungan. Bertempat di Ruang Rapat BRIDA Kota Makassar, Selasa (10/3/2026), dilaksanakan rapat penting mengenai pembahasan desain evaluasi riset pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Rapat tersebut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Sekretaris BRIDA Kota Makassar, Dr. Alamsyah Sahabuddin, S.STP., M.Si. Pertemuan ini memfokuskan pada hasil penyusunan desain evaluasi oleh kelompok riset untuk Tahun Anggaran 2026. Turut hadir Andi Widya Syadzwina.

Fokus pada Keberlanjutan dan Tata Kelola

Agenda utama pertemuan ini adalah melakukan penyempurnaan terhadap desain evaluasi riset yang telah disusun. Langkah ini dipandang krusial sebagai fondasi utama dalam memperkuat kebijakan pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah di Kota Makassar.

“Rapat ini membahas penyempurnaan desain evaluasi riset sebagai dasar penguatan kebijakan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular,” tulis keterangan resmi dari pihak BRIDA Makassar.

Penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah diharapkan mampu memberikan dampak ganda:

Dukungan Lingkungan: Menciptakan ekosistem pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Kualitas Tata Kelola: Meningkatkan standar manajemen persampahan di tingkat kota agar lebih efisien dan terintegrasi.

Langkah Strategis Menuju 2026

Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini untuk Tahun Anggaran 2026, BRIDA Makassar menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi berbasis data (evidence-based policy) untuk mengatasi permasalahan perkotaan.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WITA ini berlangsung interaktif, di mana para peserta rapat yang terdiri dari tim ahli dan staf terkait saling memberikan masukan teknis untuk memastikan instrumen evaluasi riset tersebut benar-benar aplikatif saat diimplementasikan di lapangan nanti.

Melalui riset yang terukur, Pemerintah Kota Makassar optimis dapat mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi bagi masyarakat. (*)

Comment