Dari ​PSBM XXVI 2026: 3.000 Saudagar Bugis-Makassar Berkumpul di Kota Daeng Perkuat Ekonomi Nasional

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR —  Sebanyak 3.000 peserta memadati Hotel Claro Makassar, dalam perhelatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026, yang berlangsung pada Rabu-Jumat, 25-27 Maret 2026.

Forum tahunan yang diinisiasi oleh Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) ini, menjadi magnet bagi para perantau sukses dari berbagai penjuru dunia.

​Peserta yang hadir terdiri dari lintas profesi, mulai dari pengusaha, tenaga profesional, tokoh masyarakat, hingga diaspora Sulawesi Selatan yang datang dari seluruh pelosok Indonesia maupun mancanegara.

Menariknya, sekitar 1.500 di antaranya merupakan pengusaha sukses yang memiliki jejaring bisnis kuat di berbagai wilayah.

​Mengangkat tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, PSBM XXVI tahun ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi.

Forum PSBM XXVI 2026ini dirancang sebagai ruang strategis, untuk memperkuat jaringan bisnis dan merumuskan kolaborasi baru di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.

​Ketua Departemen Humas BPP KKSS, Suwardi Thahir, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme peserta PSBM XXVI 2026 mencerminkan besarnya peran komunitas saudagar dalam roda perekonomian nasional.

​”Kehadiran mereka memperkuat jejaring dan memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan nasional. Kali ini, nuansanya lebih kolaboratif antara aspek ekonomi, sosial, dan kontribusi nyata,” ujar pria yang akrab disapa ST tersebut, Sabtu (28/3/2026).

​Selain fokus pada diskusi peluang bisnis dan berbagi pengalaman antarpengusaha, PSBM XXVI 2026 juga menonjolkan sisi kemanusiaan. Melalui program “KKSS Peduli” dan “KKSS Berbagi”.

Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat luas.

​”Kami menginginkan pertemuan ini tidak hanya berhenti di meja diskusi, tetapi betul-betul berdampak nyata di lapangan melalui aksi sosial,” pungkas ST.

​Pertemuan di PSBM XXVI 2026 ini, diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pelaku usaha baru yang tangguh, sekaligus mempererat ikatan emosional para perantau asal Sulawesi Selatan untuk tetap berkontribusi membangun kampung halaman. (*)

Comment