Mentan Amran: Pangan dan Energi Adalah Instrumen Strategis Pertahanan Negara

ads
ads

MENITNEWS.COM, LEMBANG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kedaulatan pangan bukan lagi sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, melainkan instrumen vital dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara. Hal tersebut disampaikan dalam Stadium General Pasis SeskoAU Angkatan ke-64 di Gedung Widya Mandala I Sesko AU, Lembang, Jawa Barat.

Dalam paparannya, Mentan menekankan bahwa di tengah ancaman krisis global, Indonesia kini tampil lebih tangguh berkat keberhasilan meningkatkan produksi dalam negeri dan menekan ketergantungan impor.

Pangan Sebagai Benteng Pertahanan

Amran memperingatkan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan adalah titik lemah yang bisa dimanfaatkan negara lain untuk menekan Indonesia.

“Kalau pangan tidak kita kuasai, negara bisa ditekan. Tapi hari ini kita buktikan, produksi naik, impor turun, dan Indonesia semakin kuat,” tegas Mentan Amran.

Upaya strategis pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan nasional mulai menunjukkan hasil nyata. Berdasarkan data internasional dari United States Department of Agriculture (USDA), produksi pangan Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Capaian Strategis Kementan:

  • Stok Beras Nasional: Mencapai rekor 4,3 juta ton.

  • Target Jangka Pendek: Ditingkatkan menjadi 4,5 juta ton.

  • Dampak Global: Kebijakan pengendalian impor Indonesia kini mulai memengaruhi dinamika harga pangan dunia, hingga menarik perhatian negara-negara seperti Jepang, Australia, dan Kanada untuk mempelajari strategi Indonesia.

Kemandirian Energi dan Hilirisasi Sawit

Selain sektor pangan, Mentan juga menyoroti pentingnya kemandirian energi. Sebagai produsen CPO terbesar di dunia dengan pangsa pasar lebih dari 60%, Indonesia memiliki posisi tawar yang sangat kuat.

Pemerintah terus mendorong penguatan sektor hilir industri sawit untuk mengendalikan rantai nilai global sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil. “Kalau pangan dan energi kita kuat, tidak ada negara yang bisa menekan kita,” imbuhnya.


Ekonomi Desa Sebagai Fondasi Kokoh

Penguatan sektor pertanian turut berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional. Amran menjelaskan bahwa program pertanian berbasis desa terbukti efektif dalam:

  1. Menciptakan lapangan kerja di tingkat akar rumput.

  2. Meningkatkan daya beli masyarakat desa.

  3. Memutus rantai distribusi melalui peran koperasi, sehingga petani mendapatkan keuntungan lebih besar dan harga konsumen tetap terjangkau.

Menuju Kekuatan Global

Menutup arahannya, Mentan Amran optimis bahwa kombinasi antara ketahanan pangan, kemandirian energi, dan hilirisasi sumber daya strategis (seperti nikel) akan membawa Indonesia menjadi kekuatan global baru.

“Ketahanan pangan adalah benteng utama. Kalau ini kuat, Indonesia tidak hanya aman, tapi juga berdaulat penuh,” pungkasnya. (*)

Comment