Jadi Tuan Rumah MTQ XXXIV Sulsel, Pemkab Maros Targetkan Kawinkan Sukses Penyelenggaraan dan Juara Umum

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyatakan kesiapan penuh, untuk menyambut perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Bertindak sebagai tuan rumah, Pemkab Maros mengusung misi besar: sukses sebagai penyelenggara sekaligus merebut predikat juara umum.

​Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi titik balik prestasi keagamaan daerah.

Mengingat pada edisi sebelumnya Maros berada di peringkat kedelapan, status tuan rumah akan dimaksimalkan untuk melompat ke posisi puncak.

​”Target kita jelas, selain sukses pelaksanaan, Pemkab Maros juga menargetkan juara umum. Persiapan terus kita matangkan, baik dari sisi teknis maupun pembinaan peserta,” ujar Muetazim, Jumat (3/4/2026).

Jadwal dan Alur Pelaksanaan MTQ XXXIV

​Ajang bergengsi ini akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 10 hingga 18 April 2026. Berikut adalah rangkaian agenda utamanya:

​10–11 April: Penerimaan kafilah dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

​11 April (Malam): Pelantikan Dewan Hakim.

​12 April: Pembukaan resmi (Opening Ceremony) di Lapangan Pallantikang, yang rencananya dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan.

​13–17 April: Pelaksanaan lomba yang mempertandingkan 11 cabang musabaqah.

​18 April: Penutupan resmi (Closing Ceremony).

​Demi menjamin kenyamanan ribuan peserta, Pemkab Maros telah menyiapkan 184 unit pemondokan yang tersebar di enam Kecamatan strategis, yaitu Kecamatan Turikale, Mandai, Maros Baru, Lau, Bantimurung, dan Kecamatan ​Marusu.

​Selain Lapangan Pallantikang sebagai panggung utama, lomba akan digelar di berbagai titik ikonik seperti Baruga A Kantor Bupati, aula pesantren, kantor camat, hingga Gedung Perpustakaan Daerah.

​Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Maros, dikerahkan secara total. Setiap OPD memiliki tugas khusus, mulai dari pengaturan parkir, logistik, hingga menjadi pendamping (LO) bagi tiap kafilah Kabupaten/Kota.

​Kepala Kantor Kementerian Agama Maros, Muhammad Nur Halik, menambahkan bahwa MTQ kali ini memiliki nilai historis yang tinggi bagi masyarakat lokal.

​”Ini adalah momen langka. Pemkab Maros terakhir kali menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi sekitar 30 tahun yang lalu. Kami ingin memberikan kesan terbaik bagi seluruh tamu yang datang,” pungkas Nur Halik. (*)

Comment