Mengenal Fahmi Adam: Gen Z Pemegang Palu DPRD Gowa, Pecahkan Rekor Ketua Termuda di Indonesia

ads
ads

MENITNEWS.COM, GOWA — Di usia yang terbilang sangat muda untuk ukuran seorang pemimpin parlemen daerah, Fahmi Adam, resmi menyandang jabatan Ketua DPRD Kabupaten Gowa.

Pelantikannya pada Senin (6/4/2026) bukan sekadar pergantian kursi pimpinan biasa, ini adalah catatan sejarah baru di panggung politik Indonesia.

Fahmi Adam merupakan putera dari pasangan H. Darwis Dg Nai dan Nursiah Dg Sunggu, yang lahir di Sungguminasa pada 21 April 2000.

Ia adalah representasi murni Generasi Z, yang memilih terjun ke dunia politik ketimbang sekadar menjadi penonton.

Dengan usia 26 tahun saat dilantik, Fahmi dipastikan mencatat rekor baru sebagai Ketua DPRD termuda di Indonesia.

Ia menggeser rekor yang sebelumnya dipegang Anita Yasmin, Ketua DPRD Kabupaten Batanghari periode 2019–2024.

Di tingkat Sulawesi Selatan, ia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Andi Muhammad Farid dari Soppeng, yang menjabat di usia 28 tahun, unggul dua tahun lebih muda.

Modal Suara yang Tidak Main-main

Kiprah Fahmi Adam di dunia politik bukan tanpa akar yang kuat. Pada Pemilu 2024, berdasarkan data KPU Gowa, Fahmi berhasil memperoleh 8.108 suara, tertinggi di antara para legislator lainnya.

Ia terpilih di Dapil 7 yang meliputi Kecamatan Pallangga dan Barombong, dengan rincian 6.906 suara di Pallangga dan 1.202 suara di Barombong.

Raihan suara itu terbilang luar biasa, bukan hanya karena menjadi yang tertinggi, tetapi karena di dapil yang sama ia berhadapan dengan politisi-politisi berpengalaman dan berdarah biru.

Termasuk Asril Makkaraus yang merupakan adik Amir Uskara, mantan calon Bupati Gowa, mantan Anggota DPR RI, dan Wakil DPP PPP, serta petahana Muh. Ramli Siddik Dg Rewa.

Pengusaha Muda yang Merangkap Politisi

Fahmi merupakan seorang pengusaha muda, yang juga memegang jabatan Sekretaris DPC PPP Gowa.

Dua peran itu, sebagai pelaku usaha sekaligus kader partai, membentuk caranya membaca kebutuhan masyarakat: tidak hanya dari sudut pandang kebijakan, tetapi juga dari sisi praktis lapangan.

Perjalanan Fahmi ke kursi Pimpinan DPRD Gowa melalui mekanisme yang cukup khas. Tiga politisi PPP, Ramli Siddik Dg Rewa, Fahmi Adam, dan Asrul Makkaraus Sujiman, sepakat bergantian menjabat Ketua DPRD Gowa periode 2024–2029.

Ramli menjabat 15 bulan sejak November 2024 hingga Februari 2026, kemudian digantikan Fahmi Adam sekitar 22 bulan mulai Maret 2026 hingga Januari 2028, dan sisa masa jabatan diserahkan kepada Asrul Makkaraus hingga 2029.

Kesepakatan itu bukan sekadar janji lisan. Perjanjian tersebut dibuat oleh ketiga legislator di hadapan notaris, dengan Ketua DPC PPP, Gowa Nursyam, dan politisi senior, Amir Uskara sebagai saksi.

Usai resmi dilantik, Fahmi Adam langsung menegaskan arah kepemimpinannya.

“Selaku ketua, kami akan melanjutkan program dan kinerja pimpinan sebelumnya, serta memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Gowa demi memberikan manfaat kepada masyarakat banyak,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti isu yang menjadi perhatian utama dewan ke depan.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam mengawal program prioritas, termasuk penanganan kemiskinan ekstrem yang menunjukkan perkembangan positif,” tambahnya.

Berada di lingkungan yang selama ini didominasi politisi senior, menuntut Fahmi untuk mampu menyeimbangkan energi muda yang progresif dengan kearifan politik lokal.

Namun modal sosial yang ia bangun dari bawah, mulai dari raihan suara terbanyak di dapilnya hingga rekam jejak sebagai pengusaha muda, menjadi bekal yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Sinergitas dan komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Fahmi.

Kini, palu sidang ada di tangannya. Publik Gowa menanti gebrakan nyata dari Ketua DPRD Gowa dan ketua termuda yang pernah dimiliki Indonesia. (*)

Comment