Konflik Selat Hormuz Memanas, Stok Pupuk RI Dipastikan Aman Berkat Deregulasi Mentan Amran

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​JAKARTA — Di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Selat Hormuz yang mengancam jalur distribusi pangan dunia, ketahanan sektor pertanian Indonesia justru menunjukkan performa yang tangguh. Ini berkat strategi Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman.

Pemerintah memastikan stok pupuk nasional tetap stabil dan distribusi ke tingkat petani berjalan tanpa hambatan.

​Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa stabilitas ini merupakan hasil nyata dari arahan strategis Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dieksekusi secara taktis oleh Menteri Pertanian (Mentan),  Andi Amran Sulaiman.

Dukungan penuh dari Komisi IV DPR RI juga dinilai menjadi kunci penguatan ekosistem pangan saat ini.

​“Kita patut bangga di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo yang dieksekusi dengan luar biasa oleh Kementan, kita semua bisa tidur nyenyak. Seluruh ekosistem pangan kita aman,” ujar Rahmad dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

​Rahmad menjelaskan, sejak tahun 2025, Mentan Amran Sulaiman telah melakukan reformasi besar-besaran melalui dua payung hukum utama, yakni Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 113 Tahun 2025.

​Kebijakan ini berhasil memangkas birokrasi yang sebelumnya menghambat petani dalam menebus pupuk bersubsidi.

Melalui deregulasi ini, ketersediaan pupuk di gudang kini bisa langsung disalurkan ke petani tanpa prosedur yang berbelit-belit.

​“Dulu aturannya mengular, sekarang dipersingkat. Begitu Pak Mentan instruksikan, kami langsung salurkan. Selain itu, harga HET pupuk juga berhasil turun sebesar 20% berkat efisiensi produksi dan revitalisasi pabrik,” tambah Rahmad.

​Indonesia Jadi Penyelamat Ekosistem Pangan Dunia

​Meski Selat Hormuz merupakan jalur bagi 30 persen perdagangan pupuk global, Indonesia tidak terdampak signifikan.

Rahmad menyebut kemandirian industri pupuk domestik yang dibangun sejak lama menjadi perisai utama.

​Saat ini, Pupuk Indonesia mengamankan stok mencapai 1,29 juta ton dengan seluruh pabrik beroperasi secara optimal.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan negara-negara besar seperti Brasil, India, dan Amerika Serikat yang mulai merasakan dampak gangguan pasokan global.

​“Dunia sedang gonjang-ganjing, namun pupuk Indonesia justru berfungsi sebagai penyelamat ekosistem pangan. Penyerapan pupuk yang meningkat di tahun 2025-2026 ini linear dengan kenaikan produksi gabah oleh Bulog,” jelasnya.

​Selain memperkuat sektor pangan, Pupuk Indonesia juga tengah bersiap mendukung program transisi energi nasional menuju B50.

Melalui pembangunan dua pabrik metanol di Lhokseumawe dan Bontang, pemerintah berupaya menekan angka impor metanol yang mencapai 1,5 juta ton per tahun.

​Langkah ini mempertegas posisi pupuk bukan sekadar komoditas konsumtif, melainkan input produksi krusial yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi nasional.

​Keberhasilan Mentan Amran menjaga stok pupuk di tengah krisis global, membuktikan bahwa sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan industri manufaktur adalah kunci utama kedaulatan pangan nasional. (*)

Comment