MENITNEWS.COM, MAROS — Bank Sulselbar resmi mengukuhkan komitmennya dalam memperluas jangkauan ekonomi syariah, dengan meresmikan gedung baru Kantor Cabang Syariah (KCS) Maros, Minggu (12/4/2026).
Peresmian kantor yang berlokasi di Jl. Baddare Daeng Situru, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros ini, menjadi tonggak sejarah bagi perseroan dalam mengimplementasikan strategi “Sharia First”.
Acara seremoni ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Maros, Chaidir Syam, beserta jajaran Forkopimda, serta jajaran Komisaris dan Direksi Bank Sulselbar.
Turut hadir pula perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai mitra strategis Bank Sulselbar.
Direktur Utama Bank Sulselbar, Yulis Suandi, menegaskan bahwa kehadiran gedung baru ini, bukan sekadar pemindahan operasional.
Melainkan representasi visi besar perusahaan. Melalui strategi Sharia First, Bank Sulselbar menempatkan keuangan syariah sebagai arus utama pengembangan bisnis daerah.
”Peresmian ini adalah penegasan arah masa depan kami. Pertumbuhan ekonomi daerah harus inklusif dan berlandaskan nilai-nilai syariah seperti keadilan, transparansi, dan keberlanjutan,” ungkap Yulis, dalam sambutan resmi.
Sebagai bagian dari transformasi, Bank Sulselbar menerapkan pendekatan Dual Banking Leverage Model (DBLM).
Model ini memungkinkan optimalisasi aset konvensional, untuk mendukung Unit Usaha Syariah (UUS).
Sehingga pertumbuhan bisnis syariah, dapat berjalan lebih terstruktur dan akseleratif.

Momen peresmian Bank Sulselbar Syariah Maroa ini juga, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), antara Bank Sulselbar dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Sinergi kedua lembaga keuangan ini fokus pada tiga pilar utama yakni pengembangan produk dan layanan syariah, peningkatan kapasitas SDM melalui transfer knowledge, dan penguatan tata kelola dan kepatuhan syariah.
Selain penguatan ekosistem, Bank Sulselbar kini menempatkan Divisi Syariah langsung di bawah supervisi Direktur Utama, serta memperketat keamanan transaksi melalui unit cyber security khusus.
Sejak beroperasi pada November 2009 silam, KCS Maros menunjukkan performa impresif dengan total aset mencapai Rp379 miliar.
Bank ini juga dipercaya mengelola gaji ASN Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari Dana Pihak Ketiga (DPK).
Di sektor riil, KCS Maros telah menyalurkan KPR subsidi sebanyak 1.094 unit rumah melalui skema syariah, bekerja sama dengan 15 mitra pengembang.
Perannya kian vital sebagai mitra Pemerintah Daerah dalam penerimaan pajak, retribusi, hingga penyedia layanan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Maros.
Motor Penggerak Ekonomi Mamminasata
Terletak di kawasan strategis Mamminasata, Kabupaten Maros memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.
Kehadiran KCS Maros, diharapkan menjadi motor penggerak ekosistem usaha berbasis syariah bagi masyarakat setempat.
Prosesi peresmian diakhiri dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh jajaran pejabat terkait, yang dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas gedung Bank Sulselbar Syariah Maros, yang modern dan representatif bagi nasabah. (*)
Comment