MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Warga Perumahan Villa Permata Harapan dan PWI di Jalan Dg Tata Raya, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, mengeluhkan buruknya layanan distribusi air bersih PDAM Makassar yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Keluhan tersebut disampaikan karena pasokan air dari PDAM Makassar, hanya mengalir pada waktu-waktu tertentu.
Bahkan, sering kali baru tersedia saat dini hari. Kondisi ini memaksa sebagian warga harus begadang untuk menampung air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua Perumahan Villa Permata Harapan dan PWI, Mansyur, mengatakan persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat solusi yang memuaskan.
“Air memang kadang mengalir, tetapi biasanya tengah malam atau menjelang subuh. Warga harus begadang kalau mau menampung air. Kondisi ini sudah berbulan-bulan kami rasakan,” keluh Mansyur, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, sejumlah petugas PDAM Makassar telah beberapa kali datang melakukan pengecekan di lokasi. Namun hingga saat ini, distribusi air belum juga normal.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan. Petugas juga sudah datang melihat langsung kondisi di lapangan, tetapi sampai sekarang masalahnya belum terselesaikan,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga bernama Sita. Ia mengaku air yang masuk ke rumahnya sangat kecil, malah cenderung tidak mengalir.
Sehingga, dia memutuskan harus menggunakan mesin pompa untuk menarik aliran air masuk ke rumahnya.
Bahkan, lanjutnya, kualitas air yang diterima warga juga jauh dari harapan karena sering kali keruh dan bercampur lumpur. Sehingga tidak layak konsumsi.
“Kalau tidak pakai mesin pompa, air hampir tidak mengalir ke rumah. Itu pun kalau dapat air. Kondisinya sering keruh dan berlumpur sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Sita, warga Perumahan Villa Permata Harapan dan PWI.
Ia menilai kondisi tersebut sangat merugikan warga Perumahan Villa Permata Harapan dan PWI, yang selama ini tetap memenuhi kewajiban membayar rekening air setiap bulan.
“Kami membayar tagihan tepat waktu setiap bulan, tetapi tidak menikmati layanan air bersih sebagaimana mestinya. Kami berharap ada perhatian serius dari PDAM Makassar, agar masalah ini segera diselesaikan,” tuturnya.
Warga berharap Perumda Air Minum atau PDAM Kota Makassar segera mengambil langkah konkret, untuk menormalkan distribusi air dan memastikan kualitas air yang diterima pelanggan memenuhi standar kelayakan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengaku telah menerima informasi terkait keluhan warga tersebut.
Ia mengaku langsung menginstruksikan tim teknis untuk melakukan pengecekan di lapangan.
“Kami sudah menginstruksikan tim teknis untuk turun melakukan pemeriksaan dan menelusuri penyebab gangguan distribusi air di wilayah tersebut. Hasil pengecekan akan segera dilaporkan agar dapat dilakukan langkah penanganan yang tepat,” kata Andi Syahrum, saat dikonfirmasi terpisah.
Ia menegaskan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, dan terus melakukan pembenahan sistem distribusi air di berbagai wilayah Kota Makassar.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya PDAM Makassar dalam menangani berbagai keluhan masyarakat terkait pasokan air bersih.
Menurut Andi Syahrum, setiap laporan pelanggan akan menjadi perhatian serius perusahaan, terutama yang berkaitan dengan kontinuitas distribusi dan kualitas air yang diterima masyarakat.
“Kami meminta masyarakat bersabar selama proses pengecekan berlangsung. Jika ditemukan kendala teknis, tentu akan segera ditindaklanjuti agar pelayanan dapat kembali normal,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga Perumahan Villa Permata Harapan masih berharap adanya solusi cepat dari PDAM Makassar, agar kebutuhan dasar akan air bersih dapat terpenuhi secara layak tanpa harus menunggu hingga dini hari. (*)
Comment