Aliyah Mustika Ilham Usulkan Badan Aspirasi Masyarakat Dibentuk di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengusulkan pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) di tingkat DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Ini sebagai upaya memperkuat penyaluran dan tindak lanjut aspirasi masyarakat, dalam proses pembangunan daerah.

Usulan tersebut disampaikan Aliyah saat menjadi narasumber dalam Seminar Kebangsaan bertema “Inklusivitas Pembangunan Daerah Berkelanjutan yang Berbasis Lokal” yang digelar oleh DPW PGK Sulawesi Selatan, Sabtu (6/6/2026).

Dalam pemaparannya, Aliyah menilai hubungan antara masyarakat dan lembaga perwakilan daerah perlu terus diperkuat agar berbagai kebutuhan dan persoalan warga dapat terakomodasi secara berkelanjutan.

Menurutnya, aspirasi masyarakat tidak seharusnya hanya menjadi perhatian menjelang pemilihan umum, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembangunan yang berkesinambungan.

Ia menjelaskan, di tingkat DPR RI telah terdapat Badan Aspirasi Masyarakat yang berfungsi sebagai wadah penyaluran berbagai masukan dari masyarakat. Model serupa, kata dia, layak diterapkan di daerah guna memperluas ruang partisipasi publik.

“Di DPR RI terdapat Badan Aspirasi Masyarakat yang menjadi ruang penyaluran berbagai masukan dari masyarakat. Model seperti ini layak dipertimbangkan untuk dihidupkan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar aspirasi warga dapat terakomodasi lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Aliyah.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan mekanisme yang lebih terstruktur untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Dengan adanya BAM, setiap aspirasi yang masuk dapat memperoleh tindak lanjut yang lebih jelas dari lembaga legislatif.

Selain menjadi saluran komunikasi antara masyarakat dan DPRD, keberadaan BAM juga dinilai dapat memperkuat fungsi representasi serta pengawasan yang melekat pada lembaga legislatif daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham, yang hadir didampingi Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, Fatur Rahim, turut membagikan pengalamannya sebagai bagian dari Pemerintah Kota Makassar.

Aliyah Mustika Ilham menilai, tingginya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat merupakan modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang responsif dan sesuai kebutuhan warga.

Aliyah juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, kontribusi anak muda tidak cukup hanya melalui aktivitas di media sosial, tetapi juga harus diwujudkan melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat dan penyampaian gagasan yang konstruktif.

“Anak-anak muda harus hadir menjadi bagian dari solusi. Mereka memiliki energi, kreativitas, dan perspektif baru yang sangat dibutuhkan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Aliyah menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila masyarakat diberikan ruang yang luas untuk terlibat dalam proses pengambilan kebijakan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda perlu terus diperkuat.

“Pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari mendengarkan masyarakat. Ketika aspirasi warga dapat tersalurkan dengan baik, maka kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Sebagai informasi, DPW PGK Sulawesi Selatan merupakan organisasi yang menghimpun berbagai elemen masyarakat, untuk membangun ruang dialog serta memperkuat semangat kebangsaan dan partisipasi publik dalam pembangunan daerah. Aliyah Mustika Ilham berharap, hal ini dapat segera terealisasi. (*)

Comment