MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem, mengajak Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Makassar untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun komunikasi publik yang efektif sekaligus menangkal penyebaran informasi hoaks di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Perhumas Makassar yang berlangsung di Gedung Makassar Government Center (MGC) Lantai 1, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Perhumas Makassar, Devo Khadafi, beserta anggota Perhumas yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan swasta hingga perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Muhammad Roem menegaskan bahwa Perhumas memiliki peran strategis dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat dan membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Perhumas yang dekat dengan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam menyampaikan program-program pembangunan secara efektif.
“Perhumas itu basicnya ada di kota. Ini yang membuat Perhumas bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai program-program kepada masyarakat,” ujarnya.
Roem berharap Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Makassar dapat lebih fokus mengidentifikasi berbagai isu perkotaan serta dinamika komunikasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus membangun sinergi dengan Perhumas dalam memperkuat komunikasi publik yang selaras dan berdampak positif.
“Kami menyambut baik Muscab ini dan siap berkolaborasi. Ayo gandeng Perhumas menjadi mitra pemerintah kota agar komunikasi bisa sejalan,” kata Kadis Kominfo Makassar.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Kadis Kominfo Makassar, Roem, menilai penguatan komunikasi publik menjadi kebutuhan yang mendesak. Pasalnya, informasi yang tidak benar atau hoaks kini dapat menyebar dengan sangat cepat melalui berbagai platform digital.
Karena itu, menurutnya, diperlukan kerja sama lintas sektor untuk menghadirkan sumber informasi yang kredibel sekaligus meningkatkan literasi masyarakat dalam menyaring informasi.
“Sekarang berita-berita yang tidak benar itu sangat cepat penyebarannya. Karena itu kita membutuhkan mesin komunikasi yang kuat untuk bersama-sama menangkal informasi yang tidak benar,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Roem juga menawarkan pemanfaatan Makassar Communication Hub (MCH) sebagai ruang kolaborasi bersama antara Pemerintah Kota Makassar dan Perhumas.
Ia menjelaskan, MCH dapat menjadi wadah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, diskusi, hingga pengembangan program yang melibatkan komunitas, media, akademisi, dan generasi muda.
“MCH bisa dimanfaatkan bersama. Perhumas bisa membuat kegiatan, berdiskusi dan memperluas kolaborasi. Kominfo siap membuka ruang itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Roem menilai banyak program yang digagas komunitas maupun organisasi memiliki potensi besar memberikan manfaat bagi masyarakat apabila dijalankan secara kolaboratif.
Karena itu, ia mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai aktivitas komunikasi publik agar lahir lebih banyak ide dan inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan informasi di era digital.
“Kita ingin anak-anak muda juga bisa ikut terlibat. Hadirnya Perhumas harus bisa menjadi ruang diskusi, tempat berbagi ide, dan menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat,” tutup Kadis Kominfo Makassar. (*)
Comment