Nanik Sudaryati Deyang Resmi Dilantik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Nanik Sudaryati Deyang, Kepala BGN (Sumber: CNN Indonesia/Dok: Wikipedia)

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, JAKARTA — Presiden resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Mantan jurnalis senior tersebut menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Dadan Hindayana.

Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Jakarta.

“Bapak Presiden memutuskan mengangkat Nanik S Dayang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Prasetyo Hadi, Selasa (2/5).

Penunjukan ini menempatkan Nanik sebagai pimpinan tertinggi lembaga yang bertanggung jawab penuh dalam mengawal dan mengeksekusi salah satu program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik sudah lebih dulu memahami peta kerja lembaga ini dengan menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Rekam Jejak dari Ruang Redaksi hingga Pemerintahan

Lahir di Madiun, Jawa Timur pada 3 Januari 1968, Nanik mengawali karier profesionalnya dari dunia jurnalistik. Ia memulai perjalanannya sebagai wartawan di Tabloid Bangkit, sebelum akhirnya meniti karier di berbagai perusahaan media nasional.

Kariernya di dunia pers tidak hanya berhenti sebagai jurnalis lapangan, melainkan terus berkembang ke level manajemen. Berdasarkan Data Pers 2014, Nanik tercatat pernah menjabat sebagai pemimpin umum majalah Femme, direktur utama tabloid Info Kecantikan, serta komisaris di sejumlah media seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.

Pengalaman panjang di dunia jurnalistik ini membentuk kepekaan sosialnya. Nanik dikenal aktif mengawal isu-isu sosial, ekonomi, dan politik, serta kerap terlibat dalam gerakan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Kiprah Politik dan Lompatan Karier Strategis

Nama Nanik mulai mendapat perhatian luas di panggung politik nasional saat dirinya bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Kala itu, ia memegang posisi strategis sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Loyalitas dan kompetensinya membawa Nanik masuk ke dalam jajaran pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto membentuk Kabinet Merah Putih pada tahun 2024. Melalui Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024, ia awalnya dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk periode 2024–2029.

Karier Nanik kian melesat di tahun-tahun berikutnya. Pada Juni 2025, ia dipercaya menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Tak lama berselang, pada 17 September 2025, ia ditarik ke struktur Badan Gizi Nasional sebagai Wakil Kepala, yang sekaligus memberhentikannya dari jabatan di BP Taskin. Kini, ia resmi naik takhta sebagai Kepala BGN untuk memimpin langsung kebijakan gizi nasional.

Di luar kiprahnya sebagai jurnalis dan pejabat negara, nama Nanik juga sempat menjadi sorotan publik pada tahun 2018. Saat kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet mencuat, Nanik sempat dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan dengan kapasitas sebagai saksi. (*)

Comment