Bank Sulselbar Pertahankan Peringkat idA+ dari PEFINDO, Kinerja Keuangan dan Permodalan Tetap Solid

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat atau Bank Sulselbar  kembali mempertahankan peringkat idA+ dengan prospek (outlook) Stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 2 Juni 2026 hingga 1 Juni 2027.

Selain itu, PEFINDO juga menegaskan peringkat idA+ atas Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2021 Seri B yang diterbitkan Bank Sulselbar.

Penegasan peringkat tersebut menunjukkan keyakinan PEFINDO terhadap fundamental bisnis Bank Sulselbar yang dinilai tetap kuat.

Hal itu didukung oleh posisi pasar yang solid di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, tingkat permodalan yang sangat kuat, serta kondisi likuiditas yang terjaga dengan baik.

Dalam ringkasan pemeringkatannya, PEFINDO menyebut sejumlah faktor utama yang menjadi penopang peringkat Bank Sulselbar, yakni captive market yang kuat di wilayah operasionalnya, permodalan yang kokoh, dan likuiditas yang memadai.

Faktor-faktor tersebut dinilai mampu menjaga ketahanan perseroan di tengah dinamika industri perbankan nasional.

Direktur Utama Bank Sulselbar, H. Yulis Suandi, mengatakan pencapaian tersebut merupakan bentuk pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja, tata kelola perusahaan yang baik, serta penerapan manajemen risiko yang prudent.

“Peringkat idA+ dengan outlook Stabil ini menjadi pengakuan atas komitmen Bank Sulselbar dalam memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, serta memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. Kami akan terus mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan ekonomi daerah,” ujar Yulis Suandi.

Dari sisi kinerja keuangan, hingga Maret 2026 Bank Sulselbar membukukan total aset sebesar Rp32,62 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp5,43 triliun.

Penyaluran kredit Bank Sulselbar, juga terus menunjukkan pertumbuhan dengan total kredit bruto mencapai Rp23,30 triliun.

Sementara itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat berada pada level yang kuat, yakni 30,3 persen.

Kualitas aset bank juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 3,1 persen.

Berdasarkan laporan keuangan unaudited per 31 Maret 2026, Bank Sulselbar berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp154,7 miliar.

Meski demikian, PEFINDO mencatat bahwa peringkat Bank Sulselbar masih dipengaruhi oleh tekanan pada kualitas aset serta tingkat profitabilitas yang dinilai moderat.

Namun, kondisi tersebut masih dapat diimbangi oleh kekuatan permodalan dan likuiditas yang dimiliki perseroan.

Ke depan, Bank Sulselbar berkomitmen melanjutkan transformasi bisnis melalui peningkatan kualitas aset, perluasan basis pendanaan, serta penguatan efisiensi operasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi bank terhadap pembangunan ekonomi regional di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Sulselbar terus menghadirkan layanan perbankan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan keuangan yang terpercaya. (*)

Comment