Melalui SPPG di Kampus, Unhas Tampilkan Smart Practice Penyiapan Gizi

SPPG Unhas juga berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran dan inovasi yang dapat menghasilkan praktik terbaik (best practices) dan praktik cerdas (smart practices) guna mendukung keberlanjutan program MBG.

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan bahwa keterlibatannya dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan dan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung program strategis nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Unhas memandang perguruan tinggi tidak lagi dapat berperan hanya sebagai institusi akademik yang terpisah dari realitas sosial. Kampus dituntut bertransformasi dari paradigma “menara gading” menjadi agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat dan aktif berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Karena itu, keterlibatan dalam SPPG merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menjawab persoalan publik terkait pemenuhan gizi masyarakat.

Sebagai program strategis pemerintah, MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui perbaikan gizi. Pelaksanaannya membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Dalam konteks tersebut, Unhas mengambil peran untuk terlibat langsung sebagai wujud visi Kampus Berdampak, yaitu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

SPPG Unhas dirancang sebagai model percontohan yang mengintegrasikan tata kelola, standar gizi, keamanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi dan distribusi makanan bergizi, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran dan inovasi yang dapat menghasilkan praktik terbaik (best practices) dan praktik cerdas (smart practices) guna mendukung keberlanjutan program MBG.

Pengelolaan SPPG Unhas dilakukan profesional, menerapkan standar ketat pada perencanaan menu, pengendalian mutu, keamanan pangan, manajemen operasional, serta monitoring dan evaluasi. Unhas juga membuka ruang partisipasi, kritik, dan pengawasan publik. Mahasiswa, akademisi, serta masyarakat sipil didorong terlibat melalui riset, kajian ilmiah, evaluasi kebijakan, maupun pengawasan terhadap proses produksi, distribusi, dan tata kelola program. Keterbukaan tersebut menjadi bagian dari komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.

Pengelolaan SPPG bukan merupakan bentuk komersialisasi kampus. Program ini berorientasi pada kontribusi akademik dan sosial, bukan pencarian keuntungan ekonomi. Melalui keterlibatan sivitas akademika dan masyarakat dalam riset, evaluasi, serta pengawasan, SPPG Unhas menjadi wujud nyata kampus berdampak yang mengerahkan kapasitas akademiknya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan agenda pembangunan nasional.

Keunikan SPPG Unhas

SPPG Unhas secara administratif dikelola oleh Yayasan Metavisi Akademika, yang merupakan lembaga non-profit milik Unhas. Yayasan ini telah berdiri sejak 20 tahun lalu, fokus mengelola kegiatan sosial (seperti Masjid Kampus, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Dasar).

Dapur SPPG Unhas dibangun pada area kosong, yang masih berada dalam lingkungan kampus. Pembangunan gedung dan sarana pendukung melibatkan juga mitra-mitra Unhas termasuk melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta. Dengan skema ini, anggaran pembangunan dapur tidak membebani Unhas.

Selain memperhatikan aspek produksi, dapur SPPG Unhas juga sangat ketat dalam sarana dan prasarana pendukung. Salah satu perhatian diberikan pada mekanisme pengolahan limbah. SPPG Unhas dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 10 kubik dengan teknologi terbaru. Padahal, untuk dapur dengan kapasitas sejenis, hanya dibutuhkan kapasitas 3 kubik.

Kehadiran SPPG Unhas juga mendorong terbentuknya ekosistem supply chain pemenuhan gizi yang unik. Sejak diresmikan tanggal 28 April 2026, unit-unit di Unhas berpartisipasi sesuai kapasitas masing-masing. Dalam hal penyediaan bahan baku makanan, sayur-mayur disuplai oleh Fakultas Pertanian, jamur tiram dari Fakultas Kehutanan.

Sementara itu, Fakultas Peternakan menyuplai kebutuhan daging ayam broiler, telur ayam kampung dan ayam ras, serta olahan daging sapi. Lalu ada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan sedang mempersiapkan untuk mengambil bagian dengan menyuplai kebutuhan Ikan Nila dan olahan dalam bentuk fillet.

Dengan pendekatan dan mekanisme ini, SPPG Unhas merupakan wujud nyata peran serta kampus berdampak. Harapannya, kehadiran kampus terasa nyata dalam mendukung implementasi program prioritas nasional, demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(*)

Comment