MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali memperluas pendekatan seleksi calon mahasiswa baru tahun ini. Tidak hanya bertumpu pada nilai akademik, Unhas kini menempatkan aspek kepemimpinan, capaian prestasi, dan potensi personal sebagai bagian krusial dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tahapan wawancara Jalur Mandiri Program Pembinaan Bakat Kepemimpinan bagi Ketua OSIS serta Jalur Prestasi Olahraga, Seni, dan Keilmuan (POSK). Agenda ini berlangsung serentak di lingkungan Kampus Unhas, Makassar, pada Rabu (11/6).
Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unhas, Nurul Ichsani, menjelaskan bahwa tahapan wawancara ini sengaja dihadirkan untuk membaca dimensi kompetensi siswa yang tidak selalu tercermin dalam nilai rapor atau angka akademik.
“Kegiatan ini kami laksanakan dan selesaikan dalam satu hari dengan waktu yang sama namun di tempat berbeda. Melalui wawancara, kami ingin melihat lebih jauh kapasitas dan rekam jejak peserta sesuai karakter masing-masing jalur seleksi,” ujar Nurul di sela-sela memantau jalannya ujian.
Rincian Peserta dan Distribusi Jalur

Tahapan wawancara kali ini diikuti oleh total 194 peserta yang bersaing ketat, serta melibatkan 81 dosen pewawancara. Proses seleksi dibagi ke dalam dua klaster jalur mandiri, dengan rincian sebagai berikut:
1. Jalur Ketua OSIS
-
Lokasi Wawancara: Aula LPMPP Kampus Unhas
-
Jumlah Peserta: 62 orang (60 peserta Program Strata Satu/S1 dan 2 peserta Program Sarjana Terapan/D4)
-
Dosen Pewawancara: 27 orang
2. Jalur POSK (Prestasi Olahraga, Seni, dan Keilmuan)
-
Lokasi Wawancara: Dental Center RS Unhas
-
Jumlah Peserta: 132 orang (129 peserta Program Strata Satu/S1 dan 3 peserta Program Sarjana Terapan/D4)
-
Dosen Pewawancara: 54 orang
Syarat Ketat Jalur OSIS dan Seleksi Berlapis Tahfidz
Untuk Jalur Ketua OSIS, Unhas menetapkan standar yang cukup ketat. Jalur ini dikhususkan bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang memiliki NISN dan NPSN, berasal dari sekolah dengan akreditasi A, serta wajib memiliki rekam jejak pernah menjabat sebagai Ketua OSIS selama minimal satu periode. Peserta juga harus menyertakan sertifikat resmi atas capaian akademik maupun non-akademik mereka.
Sementara itu, Jalur POSK menjadi wadah bagi calon mahasiswa yang unggul di bidang non-akademik. Salah satu kategori yang menarik perhatian adalah kelompok tahfidz (penghafal Al-Qur’an) yang pada tahun ini diikuti oleh 57 peserta.
Demi menjaga mutu dan memastikan kompetensi para hafidz sesuai dengan dokumen yang dilaporkan, Unhas menerapkan mekanisme seleksi berlapis. Pada tahap pertama, para peserta diuji langsung hafalan Al-Qur’annya oleh ustaz penguji yang ditunjuk. Setelah lolos, mereka kemudian menjalani wawancara lanjutan dengan tim fakultas guna mengukur kesiapan akademik, motivasi belajar, dan potensi pengembangan diri ke depan.
Komitmen Menjaring Talenta Terbaik
Sistem seleksi berbasis talenta ini menegaskan visi Universitas Hasanuddin untuk membangun lingkungan akademik yang inklusif dan kaya akan keberagaman potensi siswa. Melalui skema evaluasi komprehensif ini, Unhas menilai integritas proses belajar siswa selama di bangku sekolah secara utuh, bukan sekadar hasil tes tertulis akhir.
Lewat ruang wawancara tatap muka ini, para calon mahasiswa baru diberikan panggung penuh untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya siap secara intelektual, tetapi juga siap menjadi calon pemimpin masa depan yang berkarakter. (*)
Comment