MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memperkuat sinergi strategis dalam pengembangan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) guna mempercepat lahirnya talenta-talenta unggul di bidang riset dan inovasi nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Peran Pusat Kolaborasi Riset pada Universitas Hasanuddin sebagai Platform Program Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi” yang berlangsung di Aula Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Selasa (9/6).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi desain besar Manajemen Talenta Nasional yang menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu sumber utama pengembangan talenta riset Indonesia. Melalui kolaborasi dengan BRIN, Unhas didorong untuk mengoptimalkan peran PKR sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan para peneliti lintas institusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Ketua LPPM Unhas, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK(K), menegaskan bahwa penguatan ekosistem riset kolaboratif menjadi salah satu fokus utama kampus dalam meningkatkan kapasitas penelitian dan menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, Unhas saat ini telah membentuk sekitar 300 Thematic Research Group (TRG) yang menjadi fondasi pengembangan pusat-pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang strategis.
“Kami berharap pusat kolaborasi riset yang telah dibangun dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai luaran yang bermanfaat. Ini bukan program jangka pendek, tetapi upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas riset, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” ujar Prof. Nasrum.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nasrum juga memperkenalkan gagasan pembentukan BRIONIC (BRIN-Unhas Innovation Center) sebagai wadah kolaborasi yang mengintegrasikan kapasitas riset Unhas dengan jaringan, sumber daya, dan dukungan BRIN. Inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil penelitian sekaligus memperkuat posisi Indonesia Timur dalam peta riset nasional.
Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, mengapresiasi langkah Unhas dalam membangun ekosistem riset yang terintegrasi dengan program manajemen talenta nasional.

Menurutnya, PKR yang telah berkembang di Unhas memiliki potensi besar sebagai platform pengembangan talenta riset yang mampu menghubungkan sumber daya manusia, infrastruktur, serta berbagai skema pendanaan penelitian yang tersedia secara nasional.
“Kami ingin pusat kolaborasi riset yang ada di Unhas dapat dioptimalkan untuk mendukung program manajemen talenta nasional. Kami juga sangat mengapresiasi gagasan BRIONIC yang memiliki potensi besar untuk diwujudkan bersama,” kata Prof. Agus.
Diskusi kemudian dilanjutkan melalui sesi talkshow bertajuk “Optimalisasi Peran Pusat Kolaborasi Riset Universitas Hasanuddin” yang menghadirkan Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, R. Arthur Ario Lelono, Ph.D., Direktur Manajemen Talenta BRIN, Dr. Ajeng Arum Sari, S.T., serta Sekretaris LPPM Unhas, Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D. (Eng), HSE.
Dalam pemaparannya, Prof. Suharman menjelaskan bahwa Unhas saat ini telah mengembangkan sejumlah Pusat Kolaborasi Riset yang berfokus pada berbagai bidang strategis, antara lain PKR Mikroba Karst, PKR Arkeologi Sulawesi, PKR Kepiting Berkelanjutan, PKR Perakitan Jagung Produk Rekayasa Genetik (PBG), serta PKR Shrimp Technology.
Berbagai tema tersebut menunjukkan upaya Unhas mengembangkan riset berbasis potensi sumber daya dan tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia, khususnya di kawasan timur. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Dalam diskusi juga ditegaskan pentingnya membangun ekosistem riset yang kuat melalui empat pilar utama, yakni sumber daya manusia iptek, infrastruktur riset dan inovasi, pendanaan penelitian, serta dukungan regulasi. Keempat aspek tersebut dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan pengembangan pusat kolaborasi riset dan program manajemen talenta nasional.
Melalui penguatan kerja sama antara BRIN dan Unhas, Pusat Kolaborasi Riset diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi baru peneliti Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas antara pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembangunan nasional.
Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis Unhas, dalam memastikan investasi pengembangan talenta riset dapat terhubung langsung dengan pusat-pusat keunggulan yang berkembang di berbagai daerah, termasuk kawasan Indonesia Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan riset dan inovasi. (*)
Comment