MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Komitmen untuk memperkuat kualitas pendidikan doktoral dan pengembangan riset kesehatan terus diperkuat melalui kolaborasi antarinstitusi. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) menerima kunjungan koordinasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad) pada Selasa (2/6). Kunjungan di Ruang Senat FK Unhas ini merupakan tindak lanjut dari implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pembimbingan akademik mahasiswa program doktor.
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh pimpinan kedua institusi:
-
Delegasi FK Unhas: Dipimpin oleh Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., Sp.GK., FINASIM, beserta jajaran pimpinan fakultas.
-
Delegasi FK Untad: Dipimpin oleh dr. Reny A. Lamadjido, M.Kes., Sp.PK. (Wakil Gubernur Sulawesi Tengah), didampingi oleh dr. Gina Andyka Hutasoit, M.Biomed., Sp.PA. dan dr. Budi Dharmono Tulaka, Sp.PD.
Membangun Peneliti Unggul Lewat Kolaborasi

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FK Unhas Prof. Haerani Rasyid menekankan bahwa kerja sama akademik tidak sekadar memperluas jejaring kelembagaan. Kolaborasi ini merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta produktivitas riset kesehatan.
“Pendidikan doktoral harus mampu melahirkan peneliti yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kesehatan melalui riset yang berkualitas. Karena itu, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk saling memperkuat kapasitas dan pengalaman akademik,” jelas Prof. Haerani.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tingkat doktoral sangat ditentukan oleh ekosistem akademik yang mendukung, termasuk proses pembimbingan yang terarah dan selaras dengan kompetensi keilmuan mahasiswa.
Investasi SDM untuk Kesehatan Daerah

Ketua Delegasi FK Untad, dr. Reny A. Lamadjido, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses studi dan pembimbingan dosen serta tenaga kesehatan asal FK Untad yang tengah menempuh pendidikan doktor di FK Unhas dapat berjalan secara optimal. Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen FK Unhas.
“Kemitraan ini menjadi investasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga menghasilkan lulusan doktor yang memiliki kapasitas akademik, kemampuan riset, dan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di daerah maupun tingkat nasional,” ungkap dr. Reny.
Mekanisme dan Strategi Pembimbingan

Pada sesi diskusi akademik, dipaparkan sistem teknis yang diterapkan FK Unhas untuk menjaga mutu lulusan:
-
Strategi Penguatan Studi: Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK Unhas, Prof. dr. Agussalim Bukhari, M.Clin.Med., Ph.D., Sp.GK(K), memaparkan pelaksanaan program, penguatan kapasitas mahasiswa, serta sistem pendampingan selama masa studi.
-
Sistem Promotor & Ko-Promotor: Sekretaris Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FK Unhas, Dr. dr. Risna Halim Mubin, Sp.PD., K-PTI, menjelaskan mekanisme penetapan promotor dan ko-promotor yang wajib disesuaikan dengan linieritas bidang minat penelitian mahasiswa.

Melalui pertemuan ini, FK Unhas dan FK Untad menegaskan kembali komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan doktoral yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan riset. Sinergi yang dibangun diharapkan dapat mendukung lahirnya inovasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan kesehatan di Indonesia. (*)
Comment