MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Sivitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Basket Kompleks UKM Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (1/6). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan peran Pancasila yang tidak hanya merekat keberagaman domestik, tetapi juga menawarkan prinsip universal untuk perdamaian global di tengah dinamika dunia yang kompleks.

Dalam upacara tersebut, Rektor yang akrab disapa Prof. JJ membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen refleksi bersama.
“Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Prof. JJ saat membacakan amanat.

Ia menambahkan, di tengah ketidakpastian global dan percepatan disrupsi teknologi, Pancasila hadir sebagai jangkar moral yang menjaga arah pembangunan nasional. Dasar negara ini pula yang menyatukan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis di Indonesia ke dalam satu identitas kebangsaan.
Selain menjadi fondasi ketahanan bangsa, Pancasila juga disebut sebagai landasan utama pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia untuk mewujudkan ketertiban dunia.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia. Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan,” tegas Prof. JJ mengutip amanat Kepala BPIP.
Lebih lanjut, Prof. JJ mengingatkan agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai simbol atau teks hafalan. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti saling menghormati, menjunjung persatuan, dan mengedepankan kepentingan bersama di atas golongan.
Menutup upacara, Rektor mengajak seluruh keluarga besar Unhas untuk terus berkontribusi menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, Indonesia akan tetap menjadi bangsa besar yang dihormati dunia selama mampu mempertahankan religiusitas, semangat persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Pantauan di lokasi, upacara yang berjalan dengan penuh semangat kebersamaan ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa Unhas. (*)
Comment