MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Badai eksodus pemain tampaknya benar-benar melanda skuad PSM Makassar, menjelang bergulirnya Kompetisi Super League musim 2026/2027.
Sejumlah pilar asing maupun lokal yang selama ini menjadi kerangka tim, dipastikan menyudahi kerja sama mereka dengan klub berjuluk Pasukan Ramang tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lini pertahanan dan sektor serang PSM dipastikan kehilangan kekuatan utamanya.
Bek tangguh asal Tanjung Verde, Yuran Fernandes, serta bek lokal Syahrul Lasinari, dikabarkan hampir pasti menyeberang ke Persebaya Surabaya.
Sementara itu, penyerang sayap muda potensial, Victor Dethan, disebut-sebut bakal berseragam Persija Jakarta.
Tidak hanya mereka, manajemen Juku Eja juga resmi melepas lima legiun asingnya sekaligus, yakni Savio Roberto, Gledson Paixao, Alex Tanque, Daisuke Sakai, dan Jacques Medina.
Situasi ini diperparah dengan mencuatnya rumor kepergian trio pilar lokal yang selama ini menjadi andalan dan aset masa depan klub.
Mereka adalah penjaga gawang PSM Makassar Reza Arya Pratama, serta duo gelandang muda Ananda Raehan dan Mufli Hidayat.
Daftar pemain yang akan meninggalkan mes PSM Makassar pun, diprediksi masih akan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.
Menanggapi fenomena bedol desa di kubu PSM Makassar, mantan pemain dan pengamat sepak bola asal Makassar, Imran Amirullah, memberikan pandangannya.
Menurutnya, manajemen dan suporter harus melihat situasi ini secara realistis, terutama terkait dengan hak dan kesejahteraan pemain.
”Secara teknis sepak bola, kehilangan kerangka tim seperti Yuran, Dethan, dan legiun asing lainnya tentu menjadi pukulan berat bagi tim pelatih. Namun, kita juga harus melihat dari sisi profesionalisme dan kemanusiaan,” ujar Imran Amirullah yang saat ini menetap di Semarang, Jawa Tengah.
”Semua pemain bagus pasti ingin dipertahankan oleh klub, itu idealnya. Tapi di sisi lain, banyak pemain juga yang sudah lelah dengan keadaan. Bagaimanapun, sepak bola adalah mata pencaharian mereka; mereka punya keluarga yang harus dinafkahi, mereka juga butuh makan,” lanjutnya, Selasa (26/5/2026).
Imran juga mengimbau kepada seluruh pencinta PSM Makassar, untuk menyikapi dinamika bursa transfer ini dengan bijak tanpa harus menyudutkan pihak manapun.
”Sebagai suporter, kita harus mengerti dan berempati dengan kondisi yang dihadapi para pemain saat ini. Cukup dengan mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan dedikasi yang telah mereka berikan bersama PSM Makassar. Tidak perlu ada hujatan atau komentar negatif. Mari kita doakan yang terbaik untuk karier mereka selanjutnya,” kunci eks Asisten Pelatih PSM ini.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PSM Makassar belum memberikan rilis resmi terkait kompensasi ataupun skenario perombakan skuad, untuk menambal lubang besar yang ditinggalkan para pemain tersebut. (*)
Comment