Kementan RI Dorong Rokan Hilir Ekspor Hortikultura ke Malaysia Lewat Program OVOP

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​JAKARTA — Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), terus memacu penguatan ekspor hortikultura nasional ke pasar global.

Salah satu langkah strategis yang kini dipersiapkan adalah pengembangan program “One Village, One Product, Go Export” (OVOP) di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, guna memperluas akses pasar ke negara tetangga, Malaysia.

​Langkah ini diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir, Koperasi Produsen Nelayan Balimbuk Rohil sebagai eksportir lokal.

Serta perusahaan komoditas pertanian asal Malaysia, GT Empire Global Sdn. Bhd.

​Bupati Rokan Hilir, Bistaman, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, atas komitmen pusat dalam mendukung pengembangan sektor hortikultura di daerah.

​“Kami sangat mengapresiasi komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong pengembangan hortikultura nasional dan pemberdayaan masyarakat desa. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga menembus pasar internasional,” ujar Bistaman dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

​Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy Lumban Gaol, mengungkapkan bahwa tren ekspor hortikultura Indonesia terus menunjukkan performa positif.

Sepanjang tahun 2025 saja, Indonesia tercatat telah mengekspor produk hortikultura segar sebanyak 524.894 ton, dengan Malaysia sebagai salah satu negara tujuan utama.

​“Malaysia menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar kita, dengan komoditas unggulan seperti nanas, pisang, rasberi, kubis, dan cabai,” jelas Freddy.

​Freddy menambahkan, Rokan Hilir memiliki keuntungan geografis yang sangat strategis karena posisinya berdekatan langsung dengan Malaysia.

Selain itu, Kementan Ri juga mengintegrasikan peluang ini dengan program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) yang memproyeksikan produk unggulan berorientasi ekspor, seperti pisang Mas Kirana dari Lumajang.

​“Kami berharap GT Empire Global dapat menjadi offtaker untuk produk-produk unggulan tersebut,” tambahnya.

​Sementara itu, CEO GT Empire Global Sdn. Bhd., Nurainun, menegaskan kesiapan pihaknya untuk membuka akses pasar hortikultura Indonesia secara besar-besaran di Malaysia.

Perusahaan tersebut berkomitmen membangun ekosistem distribusi modern, mulai dari pusat logistik hingga jaringan Fresh Mart.

​“Kami siap menampung hasil pertanian petani Indonesia untuk dipasarkan di Malaysia karena komoditas pertanian Indonesia memang sangat dibutuhkan di sana,” kata Nurainun.

​Dukungan terhadap program ekspor ini juga mengalir dari berbagai direktorat teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan.

​Direktur Buah dan Florikultura, Fauziah T. Ladja, menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan kawasan durian bernilai jual tinggi seperti Monthong dan Musang King.

Di sisi lain, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muhammad Agung Sunusi, juga berkomitmen mendorong kawasan sayuran dataran rendah di Rokan Hilir yang sesuai dengan kebutuhan pasar Malaysia.

Dukungan serupa juga datang dari Direktorat Jenderal Perkebunan untuk mengawal hilirisasi komoditas perkebunan.

​Melalui sinergi multisektor ini, Kementan RI optimistis pengembangan hortikultura berbasis desa mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar pangan global. (*)

Comment