MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperluas jejaring strategis internasionalnya. Terbaru, Unhas menjajaki peluang kerja sama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta untuk memperkuat kajian strategis global dan diplomasi akademik.
Rencana kolaborasi ini dibahas dalam kunjungan Senior Fellow CSIS yang juga mantan Duta Besar RI untuk Inggris Raya, Dr. Rizal Sukma, di Ruang Rektor Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, pada Rabu (20/5/2026).
Kedatangan rombongan CSIS tersebut disambut langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Pertemuan ini menjadi ruang dialog substantif mengenai kontribusi perguruan tinggi dalam merespons dinamika geopolitik dunia yang kian kompleks, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.
Dr. Rizal Sukma menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini memiliki posisi krusial dalam membangun ekosistem pengetahuan yang berdampak langsung pada kebijakan publik.
Kampus tidak lagi sekadar pusat pendidikan, melainkan inkubator lahirnya gagasan, inovasi kebijakan, dan solusi kebangsaan.
”Unhas memiliki kapasitas dan sumber daya yang kuat untuk menjadi bagian dari percakapan strategis tersebut. Kampus ini punya potensi besar memperkuat perspektif Indonesia Timur dalam diskursus nasional dan global,” ujar Rizal Sukma.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unhas yang akrab disapa Prof. JJ, menyambut baik inisiatif ini.
Menurutnya, CSIS merupakan lembaga riset strategis yang memiliki pengalaman dan reputasi relevan untuk mendukung penguatan peran akademik Unhas di kancah internasional.
”Kami sangat bangga menjadikan CSIS sebagai mitra strategis. Hubungan ini akan diperkuat melalui kerja sama konkret, terutama pada pengembangan kajian strategis, diplomasi akademik, serta riset multidisiplin,” kata Prof. JJ.
Prof. JJ menambahkan, Unhas siap mengoptimalkan seluruh potensi internalnya—termasuk jejaring kawasan yang telah terbangun—agar kolaborasi ini mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kebijakan luar negeri Indonesia.
Sebelumnya, sinergi antara Unhas dan CSIS sebenarnya telah diwujudkan melalui sejumlah agenda akademik. Di antaranya seminar nasional bertajuk “Menata Kebijakan Luar Negeri Indonesia dalam Menghadapi Era Rivalitas Antarkekuatan Besar”, Focus Group Discussion (FGD) bersama akademisi Hubungan Internasional (HI), hingga program academic coaching bagi mahasiswa tingkat akhir.
Melalui pertemuan ini, Unhas berkomitmen untuk mempercepat realisasi kemitraan yang lebih luas guna menghadapi tantangan global di masa depan. (*)
Comment