MENITNEWS.COM, JAKARTA — Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memperluas sayap internasionalnya di bidang pendidikan terapan.
Melalui Fakultas Vokasi, Unhas menjalin kerja sama strategis dengan institusi pendidikan dan raksasa industri asal Tiongkok untuk mempercepat pengembangan talenta Kecerdasan Artifisial (AI) dan cross-border e-commerce.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tiga pihak (tripartite) antara Fakultas Vokasi Unhas, Foshan Polytechnic, dan Guandong Bangpu Recycling Technology Co., Ltd (Indonesia Buri Base).
Langkah progresif ini merupakan bagian dari implementasi program internasional berskala besar, yakni “1 + 10 + 100 + 1,000 + 10,000 Project”.
Acara penandatanganan berlangsung di Novotel Jakarta Pulo Mas, Selasa (19/5/2026), bersamaan dengan agenda China–Indonesia AI + Cross-Border E-Commerce Localization Training and Industry Exchange Program.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof. JJ), menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi merupakan pilar strategis universitas, dalam menjawab tantangan era digital.
Menurutnya, teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama.
”Pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci penting dalam menyiapkan SDM unggul di era transformasi digital. Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah harus terus diperkuat agar inovasi dan pengembangan teknologi berjalan beriringan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Prof. JJ, didampingi Dekan Vokasi Unhas, Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, MP.
Kerja sama Unhas ini, diharapkan mampu membuka ruang yang luas bagi kolaborasi riset terapan antarnegara, penyusunan kurikulum adaptif yang sesuai standar industri internasional, dan peningkatan kompetensi lulusan agar langsung terserap di pasar kerja global.

Langkah Unhas ini mendapat apresiasi positif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D, menyatakan bahwa transformasi AI kini mengendalikan arah industri dunia, sehingga pendidikan vokasi wajib menjadi motor penggeraknya.
”Kita ingin menghadirkan talenta masa depan yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi mampu melakukan transformasi itu sendiri,” jelas Suparto.
Ia menambahkan bahwa, visi bersama antara Indonesia dan Tiongkok ini akan mempercepat transfer pengetahuan dan kesiapan tenaga kerja domestik di panggung global.
Sebagai bentuk konkret dari komitmen ini, kerja sama tersebut juga mencakup rencana pembangunan pusat-pusat pelatihan berbasis AI dan cross-border e-commerce di berbagai wilayah Indonesia.
Dekan Fakultas Vokasi Unhas, Prof. Muh. Restu, mengungkapkan bahwa program ini turut disokong oleh investasi infrastruktur digital modern dari pihak mitra.
”Kami mendapatkan dukungan investasi peralatan pembelajaran berupa komputer dan layar digital mutakhir untuk menunjang ruang pelatihan e-commerce berbasis industri,” papar Prof. Restu.
Dukungan penuh dari rektorat diakui Prof. Restu menjadi energi besar bagi Fakultas Vokasi Unhas untuk terus melahirkan lulusan yang siap bersaing di industri multinasional.
Selain Unhas, forum internasional ini dihadiri oleh jajaran delegasi tinggi dari Perguruan Tinggi, perwakilan pemerintah, serta pelaku industri dari kedua negara, yang berkomitmen penuh merajut masa depan pendidikan berbasis teknologi mutakhir. (*)
Comment