David Beckham Jadi Olahragawan Miliarder Pertama di Inggris, Oasis Masuk Daftar

David Beckham (Sumber: BBC.com)

ads
ads
ads

MENITNEWS.com, JAKARTA — Kabar mengejutkan datang dari panggung finansial Inggris. Mantan kapten timnas sepak bola Inggris, Sir David Beckham, resmi mencatatkan sejarah baru sebagai olahragawan pertama di Inggris yang berhasil menembus status miliarder.

Pencapaian fantastis ini diumumkan bersamaan dengan rilis tahunan Sunday Times Rich List, sebuah laporan komprehensif yang memuat 350 individu dan keluarga paling makmur di Britania Raya. Lonjakan kekayaan Sir David dan istrinya, Lady Victoria Beckham, dilaporkan melipatgandakan total aset mereka dalam 12 bulan terakhir hingga menyentuh angka £1,2 miliar.

Tidak hanya keluarga Beckham yang mencuri perhatian. Untuk pertama kalinya, duo musisi legendaris dari grup band Oasis, Noel dan Liam Gallagher, juga berhasil menembus daftar elite tersebut dengan perkiraan kekayaan gabungan mencapai £375 juta.

Musisi legendaris dari grup band Oasis, Noel dan Liam Gallagher (Sumber: BBC.com)

Dominasi Hinduja Group dan Pergeseran Peringkat Atas

Meskipun sorotan tertuju pada figur pop kultur, posisi puncak daftar orang terkaya di Inggris masih kokoh dikuasai oleh konglomerat industri. Untuk kelima kalinya secara berturut-turut, kakak beradik Sanjay dan Dheeraj Hinduja menduduki peringkat pertama. Melalui Hinduja Group—yang menggurita di sektor minyak, gas, perbankan, dan transportasi—kekayaan keluarga ini diperkirakan mencapai £38 miliar.

Di bawah keluarga Hinduja, berturut-turut posisi lima besar diisi oleh David dan Simon Reuben dengan £27,9 miliar, Sir Leonard Blavatnik dengan £26,8 miliar, Idan Ofer dengan £24,4 miliar, serta keluarga Weston yang mengantongi £18,9 miliar.

Sementara itu, pengusaha Christopher Harborne menempati peringkat keenam dengan £18,1 miliar. Tokoh lain yang mencatat lonjakan performa finansial paling signifikan tahun ini adalah Nik Storonsky, salah satu pendiri perusahaan fintech Revolut yang kini mengemas £16,4 miIiar di peringkat ketujuh, disusul oleh pengusaha perdagangan Alex Gerko di peringkat kedelapan dengan £16 miliar. Melengkapi daftar sepuluh besar, ada bos sebagian saham Manchester United Sir Jim Ratcliffe dengan £15,1 miliar dan duo Bukhman bersaudara dengan £14,2 miliar.

Lonjakan Kekayaan Raja Charles III Melampaui Politisi

Laporan Sunday Times juga membawa kabar baik bagi Istana Buckingham. Kekayaan pribadi Raja Charles III diperkirakan membubung sebesar £40 juta, membuat total asetnya menyentuh £680 juta. Kenaikan ini mendongkrak sang monarki ke peringkat 230 dalam daftar.

Menariknya, nilai kekayaan Raja Charles III saat ini resmi melampaui kekayaan mantan Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, beserta istrinya, Akshata Murty. Pasangan politisi dan pengusaha tersebut tahun ini mencatatkan perkiraan kekayaan sebesar £563 juta.

Selain wajah-wajah lama, nama baru yang ikut menyita perhatian adalah Emily Eavis, penyelenggara festival musik tersohor Glastonbury, yang masuk bersama keluarganya dengan taksiran kekayaan £400 juta.

Menanggapi spekulasi seputar besarnya keuntungan komersial festival tersebut, Emily Eavis menegaskan komitmen sosialnya. “Meskipun ada banyak pembicaraan tentang keuntungan kami—yang memang masih kami butuhkan untuk memulihkan kondisi keuangan dan mengamankan lahan—fokus kami adalah menyumbangkan uang sebanyak mungkin. Menjual habis idealisme festival ini demi keuntungan semata akan menjadi hal mengerikan. Saya lebih memilih mati daripada hal itu terjadi,” ujarnya.

Fenomena Eksodus Miliarder Asing dari Inggris

Di balik gemerlap angka-angka tersebut, Sunday Times menyoroti tren penurunan yang cukup signifikan. Saat ini, jumlah miliarder yang menetap di Inggris menyusut menjadi 157 orang, berkurang 20 orang dibandingkan catatan empat tahun lalu.

Penyusun daftar ini, Robert Watts, menyebut fenomena tahun ini sebagai “kisah tentang dua eksodus”. Watts menjelaskan bahwa banyak miliarder asing yang sebelumnya memilih tinggal di Inggris kini telah angkat kaki dan keluar dari daftar. Di sisi lain, terjadi migrasi tajam dari warga negara Inggris kaya yang kini memilih memindahkan domisili legal mereka ke wilayah ramah pajak seperti Dubai, Swiss, dan Monako.

Tren penurunan kekayaan juga dirasakan nyata oleh beberapa taipan besar. Penemu kenamaan Sir James Dyson, misalnya, mengalami kemerosotan kekayaan paling tajam sebesar £8,8 miliar, menyisakan total asetnya di angka £12 miliar. Pengamat menilai penurunan pendapatan Dyson salah satunya dipicu oleh dampak kebijakan tarif ekspor AS yang sempat diberlakukan pada masa kepresidenan Donald Trump. Penurunan serupa dialami Sir Jim Ratcliffe yang kekayaannya menyusut dari £17 miIiar menjadi £15,19 miliar.

Sektor Kecerdasan Buatan (AI) Rajai Kategori Muda

Secara terpisah, laporan ini juga merilis daftar khusus 40 orang terkaya di bawah usia 40 tahun (Under 40). Bintang tinju kelas berat Tyson Fury menjadi salah satu pendatang baru yang sukses menembus daftar anak muda super kaya ini.

Posisi puncak kategori muda ini dipimpin oleh Duke dan Duchess of Westminster dengan kekayaan fantastis mencapai £9,7 miliar, diikuti oleh Ben Francis, pendiri merek pakaian olahraga Gymshark di peringkat kelima dengan £800 juta. Francis dikenal luas sebagai sosok yang memilih drop out dari bangku kuliah demi fokus membangun imperium bisnisnya dari nol.

Analisis mendalam terhadap daftar Under 40 menunjukkan pergeseran industri yang masif. Sebanyak 34 orang di dalamnya merupakan self-made billionaires yang membangun kekayaannya secara mandiri. Menariknya, hampir sepertiga dari jutawan muda ini berhasil meraup kekayaan berkat kesuksesan perusahaan rintisan (startup) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berpusat di London.

Sunday Times menegaskan bahwa seluruh penilaian dalam Rich List ini didasarkan pada nilai aset yang dapat diidentifikasi secara publik, seperti kepemilikan tanah, properti, karya seni, hingga kepemilikan saham di perusahaan terbuka. Evaluasi ini secara tegas tidak menghitung isi rekening bank pribadi karena keterbatasan akses keterbukaan informasi. (*)

Comment