Pep Guardiola: Man City Siap Tekan Arsenal Hingga Laga Terakhir

Omar Marmoush mencetak gol dalam laga Manchester City vs Crystal Palace di Liga Inggris, Kamis (14/5/2026). (AP Photo/Ian Hodgson)

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM,  JAKARTA – Pelatih Pep Guardiola menegaskan bahwa Manchester City belum menyerah dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim ini. Kemenangan telak 3-0 atas Crystal Palace membawa The Citizens kini hanya terpaut dua poin dari Arsenal yang bertengger di puncak klasemen.

Berlaga di Etihad Stadium pada laga tunda pekan ke-31 Premier League 2025/2026, Man City tampil dominan. Meski posisi klasemen makin rapat, Guardiola menyadari bahwa kendali tetap berada di tangan rival mereka.

“Nasib gelar juara bergantung pada mereka (Arsenal). Jika mereka memenangkan dua pertandingan sisa, maka selesai sudah,” ujar Guardiola. “Tugas kami hanya terus menang dan tetap berada di sana, berjaga-jaga jika sesuatu terjadi. Dua laga terakhir akan sangat sulit.”

Rotasi Pemain di Tengah Kelelahan

Momen menarik terjadi pada jeda babak pertama duel Burnley versus Manchester City. Ketika wasit meniup peluit tanda 45 menit pertama berakhir, Pep Guardiola tertangkap kemara berlari ke arah Erling Haaland. (AFP/Darren Staples)
Momen menarik terjadi pada jeda babak pertama duel Burnley versus Manchester City. Ketika wasit meniup peluit tanda 45 menit pertama berakhir, Pep Guardiola tertangkap kemara berlari ke arah Erling Haaland. (AFP/Darren Staples)

Di tengah jadwal yang sangat padat, Guardiola mulai mengeluhkan kondisi fisik anak asuhnya yang terkuras. Hal inilah yang mendasari keputusannya mengistirahatkan pemain kunci seperti Erling Haaland dan Jeremy Doku saat menjamu Palace.

Haaland bahkan hanya duduk di bangku cadangan sepanjang 90 menit. Guardiola menegaskan rotasi adalah keharusan, mengingat City masih harus membagi fokus ke Final Piala FA melawan Chelsea di Wembley.

“Prioritas kami sekarang adalah istirahat secepat mungkin dan bersiap untuk final. Namun, jadwal tidak berhenti di sana; tiga hari setelah final, kami sudah harus menghadapi Bournemouth,” keluh pelatih asal Spanyol tersebut.

Ancaman Bournemouth dan Aston Villa

Sebelumnya, skuad asuhan Pep Guardiola sempat tak mendapatkan hasil maksimal imbang 3-3 di markas Everton pada (04/05) waktu setempat. (AFP/Darren Staples)

Jalan terjal menanti City di penghujung musim. Selain laga melawan Bournemouth, mereka akan menutup kompetisi dengan menghadapi Aston Villa yang sedang naik daun di bawah asuhan Unai Emery.

Guardiola mengakui bahwa memenangkan seluruh laga sisa bukanlah perkara mudah.

“Jika kami kalah hari ini, semuanya berakhir. Tapi kemenangan ini menjaga harapan kami tetap hidup. Bournemouth dan tim asuhan Unai Emery adalah tantangan besar yang menuntut fokus tinggi,” tambahnya.

Fokus ke Wembley

Pep Guardiola tidak hanya sukses sebagai pelatih namun ternyata juga berkilau saat menjadi pemain. Pelatih Manchester City ini tercatat telah meraih 15 trofi bersama Barcelona. Termasuk enam gelar La Liga dan satu trofi Piala Eropa. (AFP/Lindsey Parnaby)
Pep Guardiola tidak hanya sukses sebagai pelatih namun ternyata juga berkilau saat menjadi pemain. Pelatih Manchester City ini tercatat telah meraih 15 trofi bersama Barcelona. Termasuk enam gelar La Liga dan satu trofi Piala Eropa. (AFP/Lindsey Parnaby)

Menutup pernyataannya, Guardiola memberikan apresiasi tinggi atas komitmen para pemainnya sepanjang musim ini. Ia berharap mentalitas juara timnya bisa berbuah trofi di Piala FA sekaligus memberikan tekanan psikologis kepada Arsenal di liga.

“Saya tidak bisa meminta lebih dari para pemain. Kami akan ke Wembley untuk menang. Kami harus siap secara fisik dan mental menghadapi lawan yang, meski performanya sedang naik turun, tetap memiliki kualitas yang berbahaya,” tutupnya. (*)

Comment