MENITNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat memperkuat langkah antisipasi guna menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan bawang merah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. Pemantauan intensif di sejumlah sentra produksi utama menunjukkan bahwa pasokan nasional masih berada dalam kondisi terkendali, meskipun petani harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa produksi bawang merah saat ini masih sangat mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga melakukan ekspor. Menghadapi Iduladha ini, kami terus memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan,” ujar Ratule di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan data Kementan, rata-rata produksi nasional mencapai sekitar 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun. Angka ini masih berada di atas kisaran kebutuhan konsumsi nasional yang mencapai 1,26 juta ton per tahun.
Tantangan Cuaca di Sentra Produksi

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, tidak menampik adanya tantangan alam. Musim tanam periode Maret–Mei tahun ini hujan cuaca ekstrem yang memicu serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti ulat greyak dan penyakit moler. Kondisi tersebut sempat mempengaruhi tingkat produktivitas di beberapa daerah.
Meski begitu, Agung memastikan jalur distribusi dari wilayah terdampak tidak mengalami kendala. “Distribusi bawang merah dari berbagai daerah seperti Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, dan Garut masih berjalan lancar. Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian dan petani champion agar pasokan tetap aman. Produksi diperkirakan meningkat pada Juni 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra utama,” jelas Agung.
Optimisme dari Petani dan Asosiasi

Laporan positif juga datang langsung dari lapangan. Kasmidi, seorang petani juara bawang merah asal Enrekang, Sulawesi Selatan, menyebutkan bahwa aktivitas panen di wilayahnya masih berlangsung secara konsisten hingga menjelang Iduladha. Pasokan dari Enrekang bahkan rutin dikirim untuk memenuhi kebutuhan wilayah Kalimantan sebanyak tiga kali dalam seminggu.
Senada dengan Kasmidi, Amri Ismail selaku jagoan asal Solok, Sumatera Barat, memprediksi panen raya di wilayahnya akan berlangsung pada pertengahan Juni mendatang. Panen ini diproyeksikan akan memperkuat total pasokan untuk seluruh wilayah Sumatera.
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, mengonfirmasi bahwa stok bawang merah hingga akhir Mei dipastikan aman, meski ada penurunan volume produksi sekitar 30 hingga 40 persen akibat faktor cuaca.
Terkait fluktuasi nilai jual di pasar, Alex mengisyaratkan akan ada dinamika jangka pendek akibat momentum hari raya. “Harga diperkirakan masih berada di atas harga referensi hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, harga akan kembali normal seiring masuknya panen raya dari berbagai sentra produksi,” tutupnya. (*)
Comment