MENITNEWS.COM, JAKARTA — Peta jalan industri manufaktur teknologi dunia sedang mengalami pergeseran masif. Raksasa teknologi dan vendor smartphone global dilaporkan mulai bergerak meninggalkan China secara besar-besaran, menunjuk India sebagai pusat manufaktur utama mereka yang baru.
Langkah eksodus ini dipicu oleh tensi geopolitik yang kian mendidih antara Amerika Serikat (AS) dan China. Kebijakan tarif tinggi yang dijatuhkan Washington terhadap produk impor dari Negeri Tirai Bambu menjadi momok menakutkan bagi keberlangsungan rantai pasok global.
Ambil Celah, India Targetkan Rp7.900 Triliun
Melihat celah dari perseteruan dua raksasa ekonomi tersebut, India bergerak gesit. Negara Asia Selatan ini langsung “tancap gas” menarik minat para investor untuk memindahkan fasilitas produksi mereka. Strategi agresif ini sejalan dengan agenda ambisius Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang gencar menggenjot manufaktur domestik lewat program Make in India.
Tak tanggung-tanggung, sebagaimana dikutip dari Reuters, New Delhi menargetkan nilai ekspansi manufaktur perangkat elektronik di negaranya mampu menembus US$500 miliar atau sekitar Rp7.900 triliun pada tahun 2030 mendatang.
Investasi dan Ekspor Meroket Ratusan Kali Lipat
Data pemerintah setempat mencatat performa luar biasa dalam satu dekade terakhir. India sukses memproduksi smartphone dengan nilai investasi fantastis mendekati US$60 miliar pada tahun fiskal lalu. Angka tersebut meroket tajam hingga 28 kali lipat jika dibandingkan dengan dekade sebelumnya.
Bahkan, performa ekspor smartphone India pada periode yang sama melonjak mendekati US$21,7 miliar, atau terbang 127 kali lipat dari posisi sepuluh tahun lalu. Berkat lonjakan ini, smartphone resmi dinobatkan sebagai komoditas ekspor terbesar India sepanjang tahun ini.
Melihat capaian impresif ini, para analis menilai tidak berlebihan jika India kini dijuluki sebagai ‘raja’ baru industri ponsel dunia yang siap menggeser dominasi China.
‘Efek Apple’ dan Dampak Kebijakan Donald Trump
Apple menjadi salah satu raksasa teknologi global yang paling agresif memindahkan basis produksi iPhone dari China ke India. Laporan dari Bloomberg mengonfirmasi bahwa ada sekitar 55 juta unit iPhone yang berhasil dirakit di India dalam setahun terakhir. Jumlah tersebut mencerminkan kenaikan masif sebesar 53% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat ‘hanya’ 36 juta unit.
Volume produksi iPhone di India saat ini bahkan sudah berkontribusi terhadap kurang lebih seperempat (25%) dari total pasokan iPhone global secara keseluruhan, yang rata-rata berkisar di angka 220 juta hingga 230 juta unit per tahun.
Selain karena faktor kebijakan tarif tinggi Donald Trump terhadap komoditas asal China yang memaksa korporasi memutar otak, keberhasilan India juga disokong oleh guyuran insentif.
Penguasa pasar ponsel seperti Apple dan Samsung sangat mengandalkan skema insentif nasional besutan India senilai US$21 miliar demi menantang dominasi pabrik-pabrik China. Skema tersebut terbukti sukses merangsang Apple untuk memproduksi model iPhone kasta tertinggi (flagship) dan terbaru di India, dari yang semula hanya memproduksi model-model murah. (*)
Comment