Internasionalisasi Kampus: Unhas Lepas 113 Mahasiswa KKN ke Enam Negara Asia

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi melepas 113 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Para mahasiswa tersebut akan menjalankan program pengabdian dan pembelajaran komprehensif selama kurang lebih 28 hari di enam negara kawasan Asia, yakni Jepang, China, Taiwan, Thailand, Malaysia, dan Timor-Leste.

Program strategis ini dirancang secara khusus untuk memperkuat kapasitas mahasiswa agar tumbuh menjadi lulusan yang adaptif, berdaya saing tinggi, serta memiliki perspektif global yang kuat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan masyarakat modern. Langkah ini menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi di Unhas tidak lagi sekadar diwujudkan melalui kerja sama antaruniversitas atau mobilitas akademik formal, melainkan lewat pengalaman belajar langsung (experiential learning) di tengah masyarakat global.

Seremoni pelepasan delegasi KKN Internasional ini berlangsung khidmat di Ruang Senat, Gedung Rektorat Unhas Kampus Tamalanrea, Rabu (10/6). Agenda ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K).

Pengembangan Karakter di Era Global

Dalam pengarahannya, Prof. Ruslin menegaskan bahwa pengalaman belajar di tingkat internasional kini telah menjadi salah satu instrumen paling krusial dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa. Terlebih, dinamika era globalisasi menuntut fleksibilitas berpikir dan kepekaan kultural yang tinggi.

“Mahasiswa Unhas harus mampu menjadi pembelajar yang adaptif sekaligus agen perubahan yang nyata. KKN Internasional ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih luas, memahami keberagaman secara mendalam, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan masyarakat,” urai Prof. Ruslin.

Lebih lanjut, ia menaruh harapan besar agar seluruh peserta mampu menjadi representasi terbaik dan duta almamater selama menjalankan program di luar negeri. Kehadiran kontingen mahasiswa ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak konkret bagi komunitas lokal di negara tujuan, tetapi juga mempererat jalinan kemitraan strategis yang selama ini telah dibangun oleh Unhas dengan berbagai mitra internasional.

Distribusi Delegasi dan Target Kontribusi SDGs

Kepala Subdirektorat KKN pada Direktorat Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (Transdiva) Unhas, Dr. Ir. Syarifuddin Mabe Parenreng, S.T., M.T., IPU., memberikan rincian teknis mengenai sebaran kontingen mahasiswa yang berangkat:

60 Mahasiswa: Mengikuti Program KKN Internasional–Enrichment Program Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang dialokasikan di Jepang, China, Taiwan, dan Thailand.

53 Mahasiswa: Menjalankan Program KKN Internasional multidisiplin yang ditempatkan di Malaysia dan Timor-Leste.

Menurut Syarifuddin, skema KKN Internasional ini diintegrasikan secara langsung untuk mendukung pencapaian target-target pembangunan global berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utamanya diarahkan pada Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui ragam aktivitas pengabdian yang terukur dan berkelanjutan.

“Kami berharap sekembalinya dari program ini, para peserta tidak sekadar menularkan ilmu yang didapat di kampus kepada masyarakat sasaran, tetapi juga membawa pulang rekam pengalaman berharga serta perspektif baru. Khazanah internasional tersebut yang nantinya akan memperkaya atmosfer dan proses pembelajaran kolektif saat mereka kembali ke kampus,” pungkas Syarifuddin. (*)

Comment