MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor pengelolaan sampah. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 8 hektare di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang untuk mendukung proyek ambisius tersebut.
Penyediaan lahan ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres). Meski kebutuhan awal hanya sebesar 7 hektare, Pemkot Makassar sengaja melebihkan luasan lahan agar operasional pabrik lebih optimal.
“Kita siapkan kurang lebih 8 hektare agar desain atau layout pabrik bisa lebih fleksibel sesuai kebutuhan pelaksana. Kawasan ini bahkan masih memiliki potensi pengembangan hingga 10–12 hektare,” ujar Munafri.
Target 2026: Bebas Open Dumping
Dalam keterangannya, Munafri menyoroti dua fokus utama dalam transformasi lingkungan di Makassar, yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) dan pembenahan sistem TPA. Ia menegaskan bahwa Makassar harus segera meninggalkan metode konvensional dalam mengelola sampah.
“Kita pastikan pada 2026 tidak ada lagi sistem open dumping di Makassar. Semuanya harus beralih ke sanitary landfill,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran transisi tersebut, Pemkot Makassar juga berencana membuka akses jalan baru di kawasan TPA guna mempermudah mobilisasi alat berat.
Investasi Jumbo dan Kolaborasi Strategis
Proyek ini bukan sekadar pembenahan infrastruktur biasa. Dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun, proyek ini melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Danantara. Mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan, Munafri menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait penyesuaian anggaran daerah.
“Kami bersyukur mendapat kepercayaan untuk menjalankan proyek senilai Rp3 triliun ini. Ini adalah proyek negara yang harus memberikan manfaat luas bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun dampak sosial,” tambah Munafri.
Pentingnya Dukungan Masyarakat
Menutup pernyataannya, Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan proyek strategis ini sangat bergantung pada dukungan publik. Ia berkomitmen untuk melakukan sosialisasi secara maksimal agar masyarakat memahami manfaat jangka panjang dari pembangunan ini.
“Ini bukan proyek satu orang, tetapi proyek bersama untuk masa depan kota. Sosialisasi harus berjalan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga Makassar,” pungkasnya. (*)
Comment