Tingkatkan Kualitas Informasi, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Bekali Penyuluh KB dan Pegawai Teknik Komunikasi Efektif

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar Forum Komunikasi Publik Tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Lantai 2, Kantor Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, pada Selasa (7/4/2026).

​Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan Kemendukbabgga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM, ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas komunikasi para ujung tombak program di lapangan.

Khususnya para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), pegawai Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, dan petugas lapangan lainnya.

​Dalam sambutannya, Shodiqin menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk, sangat bergantung pada bagaimana pesan tersebut disampaikan dan diterima oleh masyarakat.

​”Forum ini merupakan langkah strategis kita untuk memastikan pesan-pesan program Bangga Kencana sampai ke akar rumput dengan tepat,” tutur Shodiqin.

“Komunikasi publik yang transparan dan akuntabel adalah kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah,” tambah Shodiqin.

​Hadir sebagai narasumber utama, Pakar Komunikasi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. M. Iqbal Sultan, M.Si.

Dalam paparannya yang bertajuk “Membangun Komunikasi Publik yang Efektif dan Teknik Motivasi”, ia menjelaskan bahwa komunikasi bukan sekadar proses pengiriman informasi satu arah.

​”Komunikasi itu tidak hanya menerima, tetapi juga memberi. Di dalamnya terdapat proses dinamis antara stimulus dan respons yang melibatkan transaksi gagasan serta perasaan,” jelas Dr. Iqbal Sultan di hadapan peserta, yang hadir secara luring dan daring.

​Ia menguraikan empat pilar utama dalam komunikasi yang harus dikuasai oleh para praktisi lapangan.

Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai teknik komunikasi sangat krusial bagi Penyuluh KB saat memperkenalkan program baru atau melakukan edukasi kepada masyarakat.

​”Para penyuluh harus menguasai cara komunikasi yang baik agar pesan tidak hanya ‘sampai’, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat sesuai sasaran program,” papar Iqbal, yang juga Pakar Public Speaking.

“Kemampuan mendengarkan sama pentingnya dengan kemampuan berbicara dalam menciptakan pemahaman bersama (shared meaning),” tambah Dosen Unhas ini.

​Forum ini diikuti oleh sekitar 30-an peserta yang terdiri dari para Penyuluh KB, pegawai internal Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, perwakilan OPD mitra, serta awak media.

Melalui forum ini, Kemendukbangga/BKKBN berharap tercipta sinergi yang lebih kuat dalam penyebarluasan informasi terkait kependudukan di Wilayah Sulawesi Selatan. (*)

Comment