Unhas dan Kemenkum Sulsel Perkuat Hilirisasi Inovasi Untuk Ekonomi Masyarakat

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR —  Universitas Hasanuddin (Unhas), berkomitmen memastikan setiap karya inovasi Sivitas Akademika tidak hanya berakhir sebagai dokumen paten, melainkan menjadi produk nyata yang menggerakkan ekonomi masyarakat.

Hal ini ditegaskan dalam pertemuan strategis antara Rektor Unhas dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Selatan, di Ruang Rektor Unhas, Jumat (10/4/2026).

​Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyatakan bahwa penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah fondasi perlindungan hukum yang krusial.

Namun, ia menekankan bahwa hilirisasi adalah langkah wajib agar riset kampus memiliki dampak signifikan bagi kemajuan bangsa.

​”Jangan berhenti pada HKI. Kita tidak akan menjadi negara maju jika hanya memiliki paten tanpa produk yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegas Prof JJ, sapaan akrabnya.

​Menurut Prof JJ, Unhas telah menyiapkan instrumen strategis melalui Science Techno Park (STP). Wadah ini berfungsi menjembatani hasil riset laboratorium dengan dunia industri, sehingga inovasi dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan khalayak luas.

​Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, mendukung penuh percepatan hilirisasi produk inovasi Perguruan Tinggi.

Ia menilai inovasi harus segera bergerak dari tataran konseptual menuju pemanfaatan komersial yang bernilai ekonomi tinggi.

​”Kami mendorong kebijakan yang lebih progresif untuk mempermudah proses tersebut. Harapannya, inovasi dapat lebih cepat diimplementasikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Andi Basmal.

​Sinergi antara Unhas dan Kemenkum Sulsel ini, diharapkan mampu menciptakan ekosistem inovasi yang sehat.

Dengan perlindungan hukum yang kuat dan proses hilirisasi yang lancar, Unhas berharap kekayaan intelektual dari kampus diharapkan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. (*)

Comment