MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, resmi menuntaskan persiapan peluncuran Pusat Studi Kepolisian.
Fasilitas riset yang berpusat di Fakultas Hukum Unhas ini dijadwalkan akan diresmikan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Langkah strategis ini bertujuan mengintegrasikan riset akademik dengan praktik kepolisian, guna menjawab tantangan keamanan yang kian dinamis, terutama melonjaknya kasus kejahatan berbasis digital (cyber crime).
Kesiapan peluncuran tersebut dipastikan setelah jajaran Polda Sulsel melakukan peninjauan dan pertemuan dengan Rektor Unhas di Makassar, baru-baru ini.
Irwasda Polda Sulsel, Kombes Pol Ai Afriandi, memaparkan bahwa Pusat Studi Kepolisian ini akan mengusung tiga pilar utama: pengembangan kapasitas, produksi pengetahuan, dan translasi kebijakan.
”Program pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi personel dalam etika profesi, komunikasi publik, dan manajemen konflik,” ujar Kombes Pol Ai Afriandi.
Selain itu, kolaborasi ini menerapkan pendekatan evidence-based policing.
Artinya, data empiris dari akademisi Unhas, akan diolah menjadi rekomendasi kebijakan presisi untuk menangani dinamika sosial dan keamanan komunitas.

Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, menjelaskan bahwa lembaga ini tidak hanya berdiri di satu bidang ilmu.
Pusat studi ini melibatkan berbagai fakultas relevan, untuk menghadirkan solusi keamanan dari perspektif multidimensi.
”Kami melibatkan pakar lintas disiplin untuk memperkaya kajian. Saat ini, FH Unhas juga sudah menjalankan kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta kelas afirmasi S2 dan S3 bagi anggota Polri,” jelas Prof. Hamzah.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa (Prof JJ), menegaskan bahwa kehadiran pusat studi ini merupakan kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
”Fenomena kejahatan hari ini berkembang sangat cepat, terutama di ruang digital. Pendekatan berbasis riset menjadi kunci agar penanganan tidak lagi bersifat sektoral, melainkan terpadu antara teknologi, hukum, dan sosial,” tegas Prof JJ.
Senada dengan hal tersebut, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro memberikan apresiasi tinggi atas dukungan Unhas.
Menurutnya, rekomendasi akademik dari pusat studi ini akan menjadi kompas bagi kepolisian dalam memecahkan berbagai persoalan kompleks di lapangan.
Struktur organisasi Pusat Studi Kepolisian Unhas nantinya, akan diisi oleh gabungan akademisi dan praktisi, yang terbagi dalam divisi riset, publikasi, advokasi, hingga pengabdian masyarakat. (*)
Comment