Bontoala Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat! 

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, kian serius menggarap potensi lahan sempit melalui program unggulannya, “Urban Farming Terintegrasi”.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan ekonomi bagi warga di tengah kepadatan perkotaan.

​”Urban Farming Terintegrasi” di Kecamatan Bontoala, mengusung konsep pemanfaatan lahan kosong, pekarangan rumah, hingga atap bangunan untuk kegiatan bercocok tanam. Integrasi yang dimaksud melibatkan beberapa aspek:

​Integrasi Lahan: Menggabungkan berbagai teknik budidaya, seperti hidroponik, vertikultur, dan budidaya konvensional dalam pot atau polybag.

​Integrasi Komoditas: Tidak hanya sayuran berumur pendek (bayam, sawi), program ini juga mendorong budidaya komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti cabai, tomat, dan pemeliharaan ikan (aquaponik).

​Integrasi Sosial: Melibatkan secara aktif kelompok dasawisma, PKK, dan Karang Taruna sebagai motor penggerak, menjadikan kegiatan ini sebagai agenda kolektif warga.

​Camat Bontoala, Andi Akhmad Muhajir  menyatakan bahwa, program ini adalah jawaban atas tantangan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.

“Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk mencapai kemandirian pangan. Selain itu, hasil panen ini dapat menekan biaya kebutuhan dapur harian warga,” ujar Muhajir, Rabu (19/11/2025).

Dampak Positif dan Kontribusi Lingkungan

​Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Beberapa lorong di Kelurahan Bontoala Tua dan Baraya, kini tampak lebih hijau dan produktif. Dampak positifnya meliputi:

​Peningkatan Gizi Keluarga: Warga dapat memanen sayuran segar, bebas pestisida, langsung dari kebun mini mereka.

​Sumber Penghasilan Tambahan: Hasil panen yang berlebih dijual ke pasar lokal atau dikelola menjadi produk olahan, memberikan pemasukan tambahan bagi keluarga.

​Edukasi Berkelanjutan: Program ini menjadi sarana belajar praktis bagi anak-anak dan remaja tentang pentingnya pertanian dan lingkungan hidup.

​Pemerintah Kecamatan Bontoala terus mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik lahan tidur, untuk bergabung dalam gerakan ini.

Dengan dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Makassar, program “Urban Farming Terintegrasi” diharapkan dapat menjadi model ketahanan pangan kota yang sukses dan berkelanjutan.

“Tidak hanya di Kecamatan Bontoala, tetapi juga di seluruh penjuru Kota Makassar,” tutur Muhajir. (*)

Comment