Gowa Kejar Target Zero Dose: 2.894 Anak Jadi Sasaran Imunisasi Tahap Awal

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa secara resmi memperkuat intervensi untuk menuntaskan kasus anak zero dose (anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar sama sekali). Langkah ini dilakukan melalui penguatan data, integrasi layanan, serta kolaborasi lintas sektor yang lebih agresif.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (1/4).

Strategi Jemput Bola: Proaktif ke Lapangan

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menekankan bahwa validitas data adalah fondasi utama dalam keberhasilan program ini. Menurutnya, tanpa basis data yang presisi, kebijakan kesehatan tidak akan pernah tepat sasaran.

“Intervensi penurunan zero dose harus dimulai dari validitas data. Kita tidak boleh pasif. Puskesmas dan tenaga kesehatan perlu mengubah pola kerja menjadi proaktif dengan menjangkau langsung sasaran di lapangan,” ujar Husniah.

Ia juga mendorong peran aktif di tingkat bawah—kecamatan hingga desa—untuk melakukan monitoring ketat. Kader Posyandu dan PKK diposisikan sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat agar terjadi perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Target Ambisius: 50 Persen dalam Dua Minggu

 

Kepala Dinas Kesehatan Gowa, Abdul Haris Usman, memaparkan angka konkret terkait target imunisasi ini. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat total 5.787 anak yang menjadi sasaran program.

  • Target Awal: 50% dari total sasaran (sekitar 2.894 anak).

  • Timeline: Pelaksanaan dimulai 1 April hingga 7 April 2026.

  • Monitoring: Tahap evaluasi nasional akan dilakukan pada 7 hingga 9 April 2026.

Haris menjelaskan bahwa tantangan utama di lapangan adalah persepsi orang tua yang masih ragu terhadap imunisasi. Oleh karena itu, pendekatan dilakukan secara khusus (by name by address) dengan melibatkan unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat di wilayah yang sulit diakses.

Menepis Hoaks demi Masa Depan Anak

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak valid atau hoaks mengenai vaksin.

“Masyarakat tidak perlu ragu. Kita butuh kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah agar target intervensi ini bisa tercapai sesuai rencana. Penanganan zero dose adalah bagian dari strategi jangka panjang kita menekan risiko penyakit menular,” tegas Gubernur.

Sinergi Lintas Sektor

Acara ini dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya:

  • Safriati Safrizal (Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan PKK Pusat)

  • Andy Azis Peter (Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa)

  • Andi Tenri Indah (Ketua TP PKK Kabupaten Gowa)

  • Serta seluruh jajaran SKPD dan pemerintah wilayah se-Kabupaten Gowa.

Penurunan angka zero dose dipandang bukan sekadar tugas sektor kesehatan, melainkan kerja sistemik untuk memastikan sumber daya manusia di Gowa tumbuh sehat tanpa gangguan tumbuh kembang di masa depan. (*)

Comment