Bupati Pangkep Imbau Nelayan Segera Urus E-Pas Kecil Gratis dan Pakai Pelampung

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, PANGKEP – Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau, mengajak masyarakat pesisir—khususnya para pemilik kapal kecil—untuk segera mengurus dokumen E-Pas Kecil. Ia meminta warga memanfaatkan program ini selagi layanannya masih diberikan secara gratis.

Imbauan tersebut disampaikan Yusran saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Penyerahan E-Pas Kecil di Pulau Balang Lompo, Kecamatan Liukang Tupabbiring, baru-baru ini. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji.

“Silakan manfaatkan program ini mumpung masih gratis. Saya minta para kepala desa, lurah, hingga camat ikut menyampaikan ke masyarakat agar seluruh kapal yang memenuhi syarat segera memiliki E-Pas Kecil,” ujar Yusran.

Manfaat Penting E-Pas Kecil untuk Pemilik Kapal

Yusran menjelaskan bahwa E-Pas Kecil wajib dimiliki oleh pemilik kapal berukuran 1 hingga 6 Gross Tonnage (GT). Dokumen ini bukan sekadar administrasi, melainkan bukti legalitas formal kepemilikan kapal.

Ada beberapa keuntungan utama bagi nelayan yang memiliki E-Pas Kecil:

  • Perlindungan Hukum: Menjadi bukti sah kepemilikan jika terjadi sengketa atau klaim sepihak di kemudian hari.

  • Akses BBM Bersubsidi: Menjadi syarat utama bagi nelayan untuk mendapatkan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

  • Syarat Bantuan Pemerintah: Menjadi basis data untuk penyaluran berbagai program bantuan nelayan dari pemerintah.

Berdasarkan data yang diterima, terdapat sekitar 120 kapal di Kabupaten Pangkep yang menjadi sasaran program ini, dengan penerima terbanyak berasal dari Pulau Balang Lompo.

Keselamatan Melaut: Jangan Sepelekan Life Jacket

Selain legalitas kapal, Bupati Pangkep juga memberikan perhatian serius pada keselamatan para nelayan saat beraktivitas di laut. Ia menyayangkan masih banyaknya warga yang mengabaikan penggunaan jaket pelampung (life jacket) hanya karena merasa mahir berenang.

“Sayangi nyawa kita. Pelampung bukan berarti mendoakan terjadi kecelakaan, tetapi sebagai bentuk antisipasi. Kesempatan selamat jauh lebih besar jika menggunakan pelampung,” tegas Yusran.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan jaket pelampung yang memenuhi standar keselamatan, karena tidak semua pelampung memiliki daya apung yang sama dalam kondisi darurat.

Di akhir sambutannya, Yusran berharap kesadaran akan keselamatan pelayaran di wilayah kepulauan semakin meningkat. “Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan menunggu musibah baru kita sadar pentingnya perlengkapan keselamatan dan legalitas kapal,” pungkasnya. (*)

Comment