Transformasi PELNI di Bawah Tri Andayani: Digitalisasi, Modernisasi Armada Hingga Penguatan SDM Jadi Fondasi Masa Depan

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT PELNI Persero) mencatat berbagai capaian transformasi selama dipimpin Direktur Utama Tri Andayani pada periode 2022–2026.

Beragam pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan operasional, peningkatan kualitas layanan pelanggan, digitalisasi proses bisnis, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi keberlanjutan perusahaan.

Salah satu tonggak penting transformasi tersebut ditandai dengan pembaruan identitas perusahaan melalui peluncuran logo baru pada 25 Mei 2023.

Perubahan itu kemudian diikuti revitalisasi tampilan dan fasilitas armada kapal PELNI sebagai simbol perusahaan pelayaran yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan transformasi identitas perusahaan menjadi awal perubahan menyeluruh yang dijalankan selama masa kepemimpinan Tri Andayani.

“Setelah lebih dari 74 tahun berlayar, untuk pertama kalinya PELNI melakukan pembaruan identitas perusahaan di bawah kepemimpinan Ibu Tri Andayani. Perubahan ini menyuntikkan semangat baru bagi perusahaan untuk terus bertransformasi,” ujar Ditto.

Di bidang operasional, PELNI memperkuat sistem pengawasan melalui Operation Room yang terintegrasi dengan Vessel Monitoring System, pemantauan cuaca secara real time bersama BMKG, sistem komunikasi digital, hingga pemanfaatan CCTV secara langsung untuk meningkatkan efektivitas pengawasan armada.

Komitmen terhadap keselamatan pelayaran juga diperkuat melalui pemasangan Marine Evacuation System (MES) dan Voyage Data Recorder (VDR) di seluruh kapal penumpang. Kedua perangkat tersebut telah memenuhi standar keselamatan pelayaran internasional.

Transformasi turut dirasakan pelanggan melalui digitalisasi layanan sejak sebelum keberangkatan. PELNI menghadirkan berbagai kanal pembelian tiket dan pembayaran digital melalui aplikasi PELNI Mobile, layanan mobile check-in, e-boarding pass, hingga standarisasi penanganan bagasi di pelabuhan.

Sementara selama perjalanan, PELNI melakukan revitalisasi berbagai fasilitas kapal, mulai dari tenant, kafetaria, bioskop, layanan WiFi berbayar, hingga toilet dan dapur yang telah tersertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).

Sistem pendingin udara kapal juga diperbarui sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang. Selain itu, penyajian makanan di kapal kini telah distandarisasi dari sisi menu, cita rasa, hingga takaran bumbu.

Setelah perjalanan selesai, PELNI juga memperkuat integrasi layanan antarmoda guna memudahkan pelanggan melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan.

Di sektor digital, aplikasi PELNI Mobile menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah pengguna meningkat dari sekitar 195 ribu pada 2022 menjadi lebih dari 531 ribu pengguna pada 2025. Sementara transaksi melalui aplikasi melonjak dari 1.484 transaksi menjadi sekitar 680 ribu transaksi dalam periode yang sama.

Menurut Ditto, peningkatan layanan tersebut turut berdampak pada kepuasan pelanggan yang konsisten berada pada kategori “Sangat Puas” berdasarkan Customer Satisfaction Index (CSI).

“Ibu Tri Andayani berhasil memimpin PELNI melewati berbagai tantangan sekaligus membawa perusahaan melakukan transformasi secara menyeluruh,” katanya.

Selain fokus pada transformasi bisnis, PELNI juga memperkuat kualitas SDM melalui pembentukan Divisi Learning and Development serta Divisi Pengawakan, penguatan manajemen talenta, penerapan sistem presensi digital, penyediaan fasilitas day care, hingga peningkatan berbagai program kesejahteraan pegawai.

Ditto menegaskan, seluruh pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh insan PELNI di bawah kepemimpinan Tri Andayani.

“Jejak transformasi yang dibangun tidak hanya tercermin melalui berbagai program yang telah berjalan, tetapi juga menghadirkan fondasi organisasi yang semakin kuat untuk menghadapi tantangan masa depan serta menjaga keberlanjutan perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Seiring berakhirnya masa jabatan Tri Andayani sebagai Direktur Utama, PELNI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda transformasi yang telah dibangun.

Kepemimpinan perusahaan kini diteruskan oleh Budi Setyawan Wijaya yang diharapkan mampu melanjutkan berbagai inovasi dan memperkuat peran PELNI sebagai tulang punggung konektivitas maritim nasional. (*)

Comment