Bentengi ASN Dari Investasi dan Pinjol Ilegal, Satgas PASTI OJK Sulselbar Gelar Edukasi di Pemprov Sulsel

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), terus bergerak masif dalam memberantas aktivitas keuangan ilegal yang kian marak di era digital.

Melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Daerah Sulawesi Selatan, OJK menggelar kegiatan Edukasi Keuangan yang ditujukan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).

​Kegiatan strategis yang berlangsung baru-baru ini, digelar sebagai langkah konkret meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperkuat fungsi perlindungan konsumen.

ASN dinilai memiliki peran krusial sebagai agen perubahan yang dapat meneruskan edukasi ini ke lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.

​Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulselbar, Arif Machfoed.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsul S., serta Kasubdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yusrizal Erdiawan, S.H., S.I.K.

​Dalam pemaparannya, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai berbagai modus kejahatan keuangan modern, mulai dari investasi bodong, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga ragam penipuan keuangan digital lainnya.

Selain itu, para ASN diingatkan kembali akan pentingnya prinsip “Legal dan Logis” (2L) sebelum menggunakan produk atau layanan jasa keuangan.

​Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moh. Muchlasin, menegaskan bahwa sinergi lintas instansi melalui Satgas PASTI menjadi kunci utama dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan keuangan.

​OJK Sulselbar berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui edukasi intensif kepada para ASN Pemprov Sulsel, OJK berharap dapat membangun benteng pertahanan yang kuat dari dalam birokrasi.

“Sehingga masyarakat semakin cerdas mengelola keuangan, terhindar dari jebakan pinjol dan investasi ilegal, demi terwujudnya ekosistem keuangan yang aman, sehat, dan tepercaya,” ujar Moh. Muchlasin, Sabtu (20/6/2026).

​Melalui kolaborasi erat antara OJK Sulselbar, jajaran kepolisian, dan pemerintah daerah, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya aktivitas keuangan ilegal semakin meningkat, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan resmi secara aman dan bertanggung jawab. (*)

Comment