MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Sultan Alauddin III, RT 01/RW 05, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kamis (18/6/2026).
Dalam kunjungannya, Munafri memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi sekaligus menyerahkan bantuan logistik dan material bangunan untuk mempercepat proses pemulihan.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Makassar itu menjadi bentuk respons cepat Pemerintah Kota Makassar dalam menangani dampak kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan hasil asesmen sementara mencatat kebakaran berdampak pada 11 bangunan, terdiri atas 10 rumah warga dan satu rumah kos.
Dari jumlah tersebut, lima rumah mengalami kerusakan berat, empat rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan. Total terdapat 19 kepala keluarga atau 98 jiwa yang terdampak.
“Data sementara menunjukkan terdapat 19 kepala keluarga atau 98 jiwa yang terdampak akibat peristiwa ini,” kata Fadli.
Ia merinci korban terdampak terdiri atas 29 laki-laki dewasa, 34 perempuan dewasa, 10 anak laki-laki, 18 anak perempuan, satu lansia laki-laki, dua lansia perempuan, tiga balita perempuan, serta satu bayi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menyalurkan bantuan berupa family kit, baby kit, perlengkapan pertolongan pertama, pakaian, sarung, selimut, hingga terpal untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
Selain itu, Pemkot Makassar juga menyerahkan bantuan material bangunan yang meliputi 180 batang balok ukuran 4/6, 131 batang balok ukuran 5/7, 92 batang balok ukuran 5/10, 44 lembar seng enam kaki, 44 lembar seng delapan kaki, 43 lembar seng sembilan kaki, 131 lembar tripleks, serta 22 kilogram paku.
Fadli menjelaskan, penanganan korban kebakaran di Makassar telah memiliki mekanisme yang jelas. Setelah api berhasil dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD langsung melakukan asesmen untuk menentukan jumlah korban, tingkat kerusakan, serta kebutuhan mendesak warga.
“Pesan Pak Wali sangat jelas, masyarakat yang terkena musibah tidak membutuhkan banyak penjelasan. Yang mereka butuhkan adalah respons cepat dari pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, setelah bantuan logistik disalurkan, BPBD juga mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga, termasuk memberikan dukungan lanjutan berupa bantuan logistik maupun layanan trauma healing apabila diperlukan.
Fadli juga mengapresiasi tingginya solidaritas masyarakat Makassar. Berbagai unsur, mulai dari PMI, relawan kebencanaan, komunitas sosial hingga warga sekitar, turut membantu proses penanganan korban kebakaran.
Sementara itu, Munafri Arifuddin menegaskan seluruh OPD telah bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi, mulai dari makanan, pakaian, tempat tinggal sementara hingga material bangunan.
“Tentu kebutuhan pokok utama sudah disalurkan melalui posko bencana agar pembagiannya merata dan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga,” ujar Munafri.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga material bangunan agar warga dapat segera membangun tempat berteduh sementara sambil menunggu proses pemulihan rumah secara bertahap.
Munafri juga memastikan pasokan bahan makanan bagi para korban tetap tersedia selama masa tanggap darurat.
“Bahan makanan tidak boleh berkurang. Seluruh kebutuhan ini harus diutamakan untuk para korban dan keluarganya agar mereka tetap mendapatkan kebutuhan yang cukup,” tegasnya.
Di sisi lain, Munafri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau. Ia menilai kebakaran di kawasan permukiman padat sering dipicu oleh instalasi listrik yang tidak aman, penggunaan kompor, obat nyamuk bakar, maupun puntung rokok.
Menurutnya, edukasi mitigasi kebakaran akan terus diperkuat melalui kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT/RW agar masyarakat memahami langkah pencegahan dan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
Selain itu, Pemkot Makassar juga telah merencanakan pembangunan pos pemadam kebakaran baru di wilayah selatan Kota Makassar untuk mempercepat respons penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
“Ini sudah masuk dalam perencanaan teman-teman Damkar untuk membangun pos pemadam kebakaran di wilayah ini, sehingga dapat menjangkau kawasan sekitar dengan lebih cepat ketika terjadi keadaan darurat,” tutup Munafri Arifuddin. (*)
Comment