Formatur PWI Sulsel Bergerak Cepat, Kepengurusan Periode 2026–2031 Segera Diumumkan

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Tim formatur Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel), bergerak cepat menyusun struktur kepengurusan masa bakti 2026–2031.

Dua pekan setelah menerima mandat dalam Konferensi Provinsi PWI Sulsel, proses penyusunan kepengurusan kini telah memasuki tahap finalisasi.

Sejumlah nama yang diproyeksikan mengisi posisi strategis disebut telah melalui tahapan komunikasi, rekonsiliasi, dan konsolidasi secara intensif.

Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kepengurusan baru mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus menjawab tantangan dunia jurnalistik di era digital.

Sebelumnya, Ketua PWI Sulsel terpilih, H. Suwardi Thahir, bersama Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulsel, memberikan mandat kepada lima orang formatur untuk menyusun komposisi kepengurusan periode 2026–2031.

Tim formatur terdiri atas Suwardi Thahir selaku ketua, Sarjono sebagai perwakilan PWI Pusat, Abdul Razak Arsyad sebagai perwakilan PWI daerah, Mappiar yang mewakili unsur wartawan senior, serta Dahlan Abubakar sebagai Ketua DKP PWI Sulsel terpilih.

Kelima formatur tersebut bertugas mendampingi Ketua PWI Sulsel terpilih dalam merancang kepengurusan yang profesional, adaptif, dan mampu menjaga marwah organisasi sebagai wadah wartawan di Sulawesi Selatan.

Ketua PWI Sulsel terpilih, H. Suwardi Thahir, menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan bukan sekadar pembagian jabatan, melainkan menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan setelah pelaksanaan konferensi.

“Pondasi utama yang kami bangun adalah rasa kekeluargaan. PWI Sulsel harus menjadi rumah besar bagi seluruh anggotanya.

Karena itu, dialog dan konsolidasi terus dilakukan agar struktur yang terbentuk benar-benar mencerminkan semangat kebersamaan,” ujar Suwardi.

Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi terus dibuka kepada seluruh elemen organisasi, termasuk mengajak Amrullah Basri untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi kemajuan PWI Sulsel.

Menurutnya, pendekatan yang inklusif menjadi bagian dari upaya menempatkan kepentingan organisasi di atas dinamika kompetisi yang terjadi selama proses konferensi.

Langkah rekonsiliasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan berbagai program kerja PWI Sulsel, terutama dalam bidang peningkatan kompetensi wartawan, edukasi, dan advokasi profesi.

Kepengurusan baru juga diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang kolektif dan solid sehingga PWI Sulsel semakin optimal dalam meningkatkan kualitas produk jurnalistik, menegakkan kode etik, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Dengan progres penyusunan yang telah berlangsung selama sekitar 15 hari, anggota dan publik kini menantikan pengumuman resmi susunan kepengurusan PWI Sulsel periode 2026–2031.

Kepengurusan baru PWI Sulsel tersebut diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem pers yang sehat, profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan transformasi digital di dunia jurnalistik. (*)

Comment