Antisipasi Risiko Bencana Latimojong, PT Masmindo Dwi Area dan UNCP Inisiasi Desa Tangguh Bencana Berbasis WebGIS

ads
ads
ads

MENITNEWS.COM, ​LUWU — Langkah konkret dalam mengantisipasi potensi risiko bencana alam terus diperkuat di wilayah Kabupaten Luwu. PT Masmindo Dwi Area (MDA) berkolaborasi dengan Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Inisiasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Boneposi, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, baru-baru ini.

​Kegiatan strategis yang melibatkan Forum Desa (FORDES) MATAPPA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat ini merupakan bagian integral dari pilar Jaga Keselamatan Desa dalam Program Jaga Desa. Inisiatif berkelanjutan tersebut sebelumnya telah diresmikan secara langsung oleh Bupati Luwu, H. Patahuddin, S.Ag., pada 5 Juni 2026 lalu.

​Inisiasi DESTANA di Desa Boneposi dirancang sebagai tindak lanjut langsung atas aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui FORDES MATAPPA.

Fokus utamanya adalah penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi di wilayah geografis Latimojong.

​Dalam sosialisasi tersebut, tim Pusat Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PUSPENA) UNCP memaparkan hasil penelitian komprehensif terkait pemetaan titik rawan bencana di Desa Boneposi. Tidak hanya memetakan risiko, UNCP juga memperkenalkan sistem informasi geospasial berbasis web (WebGIS). Teknologi ini diproyeksikan menjadi media edukasi digital sekaligus instrumen pendukung utama dalam upaya mitigasi bencana di tingkat desa.

​”Kami melihat kesiapsiagaan bencana sebagai kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat Latimojong. Melalui Program Jaga Desa, khususnya pilar Jaga Keselamatan Desa, kami bersama Pemerintah Kabupaten Luwu, FORDES, dan UNCP berupaya memastikan masyarakat memiliki kapasitas yang lebih baik untuk mengenali risiko, melakukan mitigasi, dan merespons situasi darurat secara tepat,” ujar perwakilan manajemen Masmindo, Mustafa, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6/2026).

​Mustafa menambahkan bahwa kehadiran program ini membuktikan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat melalui FORDES tidak berhenti sebagai masukan di atas kertas, melainkan langsung ditindaklanjuti menjadi program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi ketahanan Desa.

​Sementara itu, Ketua PUSPENA UNCP, Dr. Ichwan Muis, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi jembatan penting untuk menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Menurutnya, pemetaan risiko ini tidak boleh hanya berhenti menjadi dokumen akademik yang tersimpan di kampus.

​”Melalui kegiatan ini, hasil pemetaan risiko bencana dikembalikan kepada masyarakat untuk dipahami, diverifikasi, dan dimanfaatkan sebagai dasar penguatan kesiapsiagaan desa. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, MDA, dan perguruan tinggi menjadi kunci utama dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana,” jelas Dr. Ichwan.

​Respons positif juga datang dari Kepala Desa Boneposi, M. Hamka, S.Pd. Ia menyambut baik implementasi program ini dan menaruh harapan besar agar penguatan DESTANA dapat terus berjalan secara berkesinambungan melalui berbagai pelatihan simulasi lanjutan yang melibatkan partisipasi aktif warga.

​”Kegiatan ini memberikan pemahaman yang jauh lebih baik kepada masyarakat mengenai potensi risiko bencana di desa kami. Harapan kami, program ini tidak berhenti pada sosialisasi saja, tetapi terus berlanjut melalui pelatihan, simulasi, dan penguatan kelembagaan DESTANA sehingga masyarakat semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi,” ungkap M. Hamka.

​Sebagai informasi, program penguatan DESTANA oleh PT Masmindo Dwi Area ini merupakan komitmen jangka panjang. Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di Desa Bonelemo dan Ulusalu pada tahun 2025.

​Pada tahun 2026 ini, fokus pilar keselamatan dialihkan ke Desa Boneposi, dan dalam waktu dekat direncanakan akan segera diperluas ke desa-desa lainnya di Kecamatan Latimojong berdasarkan hasil pemetaan risiko serta survei lapangan terbaru.

Langkah PT Masmindo Dwi Area ini, diharapkan menjadi pendorong utama terciptanya ruang hidup yang aman dan berkelanjutan di wilayah Latimojong. (*)

Comment