MENITNEWS.COM, SINJAI — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, resmi melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Apparang Hulu di Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sinjai, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Andi Sudirman menjelaskan bahwa rehabilitasi DI Apparang Hulu merupakan bagian dari Paket 1 Multi Years Project (MYP) rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup beberapa wilayah di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, dan Sinjai. Total anggaran yang dialokasikan untuk paket tersebut mencapai sekitar Rp93 miliar.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air guna mendukung sektor pertanian melalui skema Multi Years Project. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel juga telah memulai pelaksanaan Paket 4 MYP di Kabupaten Luwu Utara yang mencakup kawasan Regional Luwu dan Toraja. Selain itu, Paket 2 MYP telah berjalan di Kabupaten Bone dan Soppeng yang melayani wilayah Bone, Soppeng, dan Wajo.
“Khusus Kabupaten Sinjai, kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk rehabilitasi tiga daerah irigasi, yakni DI Apparang Hulu, DI Apparang Satu, dan DI Kalamisi,” kata Gubernur Sulsel, Andi Sudirman.

Gubernur Sulsel mengungkapkan, lebih dari 4.000 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut sangat bergantung pada jaringan irigasi yang saat ini mengalami kerusakan cukup signifikan. Berdasarkan estimasi, tingkat kerusakan jaringan irigasi mencapai sekitar 60 persen sehingga memerlukan penanganan segera.
Karena itu, rehabilitasi yang dilakukan diharapkan mampu mengembalikan fungsi jaringan irigasi secara optimal agar kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi dengan baik. Ketersediaan pasokan air yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian masyarakat.
“Rehabilitasi ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi agar mampu mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.
Gubernur Sulsel berharap seluruh pekerjaan rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh para petani. Selain meningkatkan hasil produksi pertanian, proyek tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Semoga rehabilitasi ini berjalan lancar dan selesai sesuai target sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Gubernur Sulsel, dalam memperkuat infrastruktur pertanian sebagai fondasi pembangunan sektor pangan yang berkelanjutan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sinjai. (*)
Comment