Tamsil Linrung Soroti Isu Serius Industri Morowali dan Tambang Bangka Belitung

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, menyoroti persoalan serius terkait aktivitas industri di Morowali, Sulawesi Tengah, dan dugaan penyalahgunaan izin tambang di Bangka Belitung.

Sorotan ini disampaikannya dalam keterangan pers saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (25/11/2025).

​Tamsil Linrung mengungkapkan bahwa masalah di Morowali sudah lama menjadi perhatiannya. Bahkan, sejak ia memimpin Komisi VII DPR RI.

Saat kunjungan kerja (Kunker) ke Morowali, ia bersama Komisi VII sempat memanggil pihak perusahaan.

​Dalam pertemuan tersebut, Tamsil menyebutkan sejumlah temuan, termasuk keberadaan ribuan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.

Yang lebih mengkhawatirkan, ia mendapati konfirmasi bahwa tidak ada kontrol dari Bea Cukai dan Imigrasi terhadap para pekerja ini.

​”Kami tanyakan langsung dan dibenarkan bahwa tidak ada Bea Cukai dan imigrasi (yang melakukan kontrol). Karyawan dari China jumlahnya banyak, sekitar 1.900 orang diterbangkan dari Tiongkok,” ungkapnya.

​Ia menilai persoalan ini sudah diketahui oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Namun, ia menduga adanya kebijakan Menteri lain, yang membuat penanganan masalah menjadi lebih kompleks.

​Penyelundupan Timah dan Penyalahgunaan Izin Tambang

​Tamsil Linrung juga menyinggung dugaan penyalahgunaan izin di sektor lain, termasuk tambang di Bangka Belitung. Ia mencontohkan kasus sebuah perusahaan yang seharusnya berizin untuk pengerukan pasir, namun ternyata mengambil timah.

​Persoalan ini juga berkaitan dengan isu penyelundupan timah. Tamsil menyebut bahwa Presiden baru-baru ini menegur langsung kasus penyelundupan timah yang nilainya diperkirakan mencapai Rp300 triliun.

​Sebagai respons, ia mengutip pernyataan Syamsudin Jufri: “Ini adalah Negara dalam Negara, dan ini tidak boleh terjadi.”

Tamsil juga mendukung langkah tegas seperti investigasi barang impor oleh Kementerian Keuangan. Ketua DPR juga disebut telah menegaskan bahwa tidak boleh ada aset negara yang dikuasai kelompok atau instansi tertentu tanpa mekanisme hukum yang benar.

​Kondisi Ekonomi Nasional

​Di sela-sela paparannya, Tamsil Linrung juga menyampaikan pandangan positifnya mengenai kondisi ekonomi Nasional. Ia menyebut tren ekonomi saat ini menunjukkan kondisi positif.

​IHSG disebut menanjak. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4-5% hingga akhir tahun. Angka utang negara dilaporkan menurun.

​Data ini, menurutnya, didapat dari “Pak Sunarsi dan terkonfirmasi dengan data lain.” (*)

Comment