Waspada Phishing dan Fraud: Bank Sulselbar Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data CMS!

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Modus penipuan digital semakin canggih dan meresahkan. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar), mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh Nasabah, khususnya pengguna layanan Cash Management System (CMS), untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman phishing dan fraud.

​Peringatan ini disampaikan melalui Kanal Resmi Media Sosial Bank Sulselbar (@banksulselbar.official), sebagai respons terhadap meningkatnya penyalahgunaan data CMS oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

​Modus Canggih Sasar Data CMS

​Dalam unggahan tersebut, Bank Sulselbar menekankan bahwa penipuan kini seringkali memanfaatkan celah pada data Cash Management System. Data sensitif ini, jika jatuh ke tangan yang salah, dapat digunakan untuk merugikan nasabah secara finansial.

​Bank Sulselbar mengimbau seluruh nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan data penting, antara lain: Data pribadi, ​Kode OTP (One-Time Password), dan ​Password.

​”Jangan sampai data CMS disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Pastikan selalu menjaga kerahasiaan data, OTP, dan password Anda. Bank tidak pernah meminta data pribadi melalui telepon, DM [Direct Message], atau link mencurigakan,” imbau Corporate Secretary Bank Sulsel, Hartani Djurnie, Rabu (10/12/2025).

Saluran Komunikasi Resmi Bank Sulselbar

Untuk memastikan Nasabah mendapatkan informasi yang akurat dan terhindar dari penipuan, Bank Sulselbar juga mencantumkan saluran komunikasi resmi mereka: Website: www.banksulselbar.co.id, Instagram/Media Sosial: @banksulselbar.official dan @banksulselbar.id. dan Call Center Resmi: 1500855.

​Nasabah diimbau untuk tidak ragu menghubungi Call Center resmi Bank Sulselbar di nomor 1500855, jika menemukan aktivitas yang mencurigakan atau membutuhkan konfirmasi terkait informasi tertentu.

​”Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa, keamanan data adalah tanggung jawab bersama antara bank dan Nasabah, terutama di era digital yang semakin rentan terhadap serangan siber,” terang Hartani. (*)

Comment