Bupati Maros Chaidir Syam resmi menandatangani Perjanjian Kerja 2026. Simak strategi Pemkab Maros perkuat akuntabilitas dan arah pembangunan RKPD 2027 yang inklusif.
MENITNEWS.COM, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, bersama Wakil Bupati Andi Muetazim, secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Orientasi RKPD Tahun 2027.
Acara strategis tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, pekan lalu, yang dihadiri oleh seluruh jajaran Kepala Perangkat Daerah serta pejabat terkait di Lingkup Pemkab Maros.
Transformasi Kinerja: Bukan Sekadar Seremonial
Dalam sambutannya, Bupati Chaidir Syam menegaskan bahwa, penandatanganan perjanjian kerja ini bukanlah sekadar rutinitas administratif tahunan.
Dokumen tersebut merupakan “kontrak moral” dan pedoman utama bagi setiap instansi untuk mewujudkan program yang berdampak langsung bagi warga Maros.
”Perjanjian kerja ini adalah acuan kinerja. Saya ingin setiap perangkat daerah bekerja secara terukur, disiplin, dan bertanggung jawab. Fokus kita bukan hanya pada penyerapan anggaran, melainkan pada hasil (outcome) yang nyata dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati Maros.
Bupati Maros menambahkan bahwa di tahun 2026, efisiensi dan efektivitas menjadi kunci utama. Setiap Pimpinan OPD diminta untuk lebih inovatif dalam menjalankan program prioritas, agar target pembangunan daerah dapat tercapai tepat waktu.
Menatap 2027: Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim, memberikan sorotan khusus pada sesi Orientasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Menurutnya, sesuai arahan Bupati Maros perencanaan yang matang di awal tahun adalah fondasi untuk masa depan Kabupaten Maros yang lebih baik.
Andi Muetazim menyebutkan, arahan Bupati Maros bahwa RKPD 2027 harus mampu menangkap dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Fokus utama diarahkan pada pembangunan yang tepat sasaran: Menjawab masalah mendasar di akar rumput.
Inklusif: Memastikan semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, merasakan manfaat pembangunan.
Berkelanjutan: Menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
”Kita ingin RKPD 2027 menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pembangunan dengan aspirasi masyarakat. Partisipasi publik adalah energi utama kita dalam menyusun rencana yang solutif,” tegas Andi Muetazim.
Sinergi dan Optimisme Perangkat Daerah
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh kepala perangkat daerah untuk menjaga integritas dan profesionalisme.
Dengan adanya pembagian target yang jelas dalam perjanjian kerja, Pemkab Maros optimistis pelaksanaan pembangunan ke depan akan berjalan lebih efektif dan terarah sesuai skala prioritas.
Melalui langkah sinkronisasi antara kinerja tahun berjalan (2026) dan perencanaan masa depan (2027), Bupati Maros bertekad untuk terus mempertahankan predikat sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan yang unggul di Sulawesi Selatan. (*)
Comment