Dari FOMO ke JOMO: Seni Menikmati Hidup Tanpa Perlu Ikut-Ikutan

Ilustrasi (Foto: Freepik)

ads
ads

MAKASSAR, MENITNEWS.COM – Pernahkah kamu lagi asyik rebahan sambil scrolling TikTok, tiba-tiba melihat story teman-teman sedang nongkrong di kafe hits yang baru buka? Detik itu juga, perasaan tenangmu berubah jadi gelisah. Ada rasa takut ketinggalan tren, takut dianggap tidak asyik, atau merasa hidupmu membosankan.

Itulah yang dinamakan FOMO (Fear of Missing Out). Tapi, tahukah kamu ada “obat” yang jauh lebih menenangkan? Namanya JOMO (Joy of Missing Out).

Apa Itu JOMO?

JOMO adalah penawar cerdas secara emosional untuk FOMO. Jika FOMO terus-menerus “memberi makan” rasa lapar akan pengakuan sosial, JOMO justru mengajak kita merasakan indahnya ketenangan dalam kesendirian.

Dr. Susan Albers, psikolog dari Cleveland Clinic, menyebut JOMO sebagai “sepupu jauh yang santai” dari FOMO. Ini bukan tentang mengisolasi diri, melainkan tentang menjadi selektif. Kamu memilih kualitas daripada kuantitas dan tidak lagi merasa harus ada di mana-mana hanya demi terlihat “eksis”.


Manfaat Mempraktikkan JOMO

Beralih ke gaya hidup JOMO memberikan dampak positif yang nyata bagi kesehatan mental dan fisik:

  • Mengurangi Stres & Burnout: Memberi ruang napas bagi mental dengan berani menolak undangan yang tidak penting.

  • Meningkatkan Fokus: Energi yang biasanya habis untuk memantau hidup orang lain bisa dialihkan untuk mengejar tujuan pribadi.

  • Hubungan Lebih Bermakna: Kamu hadir secara utuh saat bersama orang tersayang, bukan sekadar hadir karena merasa wajib.

  • Kesehatan Fisik: Berkurangnya stres berdampak positif pada kesehatan jantung dan sistem imun.


4 Langkah Praktis Memulai Gaya Hidup JOMO

Mengubah kebiasaan memang butuh latihan. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan sekarang juga:

  1. Atur Jadwal “Tech-Free Time” Batasi waktu media sosial. Matikan notifikasi aplikasi tertentu atau tentukan batas waktu scrolling harian agar kamu tidak terjebak membandingkan diri dengan orang lain.

  2. Belajar Bilang “Tidak” Tanpa Minta Maaf Menolak ajakan saat kamu sedang lelah adalah bentuk menyayangi diri sendiri. Cukup katakan, “Terima kasih sudah diajak, tapi kali ini aku absen dulu ya,” tanpa perlu penjelasan panjang lebar.

  3. Kurangi “Background Noise” di Sosmed Unfollow atau mute akun yang membuatmu merasa minder atau cemas. Gunakan kendali penuhmu untuk memilih konten yang menginspirasi, bukan yang sekadar pamer kemewahan.

  4. Praktikkan Hidup di Masa Sekarang (Mindfulness) Nikmati makananmu selagi hangat tanpa sibuk mencari angle foto untuk story. Ingat, momen terbaik dalam hidup sering kali adalah yang tidak sempat kita rekam.


JOMO vs Antisosial: Apa Bedanya?

Banyak yang salah paham bahwa JOMO berarti “ansos”. Perbedaannya terletak pada tujuan:

  • JOMO: Istirahat yang disengaja (intentional rest) untuk mengisi energi.

  • Antisosial: Penghindaran (avoidance) karena rasa takut atau gejala depresi.

Jika kamu merasa lega dan bahagia setelah meluangkan waktu untuk diri sendiri, itulah JOMO yang sehat.

Bahagia itu pilihan, bukan kompetisi. Ketinggalan sesuatu ternyata tidak semenakutkan itu. Malah, rasanya bisa sangat melegakan. (*)

Referensi: girlsbeyond

Comment