MENITNEWS.COM, JAKARTA — Di tengah bayang-bayang krisis pangan global akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah, Pemerintah Indonesia mempercepat langkah transformasi sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya membidik kemandirian pangan, tetapi juga berpotensi menjadi lumbung pangan dunia.
Eskalasi konflik internasional diprediksi dapat menyebabkan kerawanan pangan bagi 45 juta orang tambahan secara global.
Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menekankan pentingnya kedaulatan pangan agar Indonesia tidak bergantung pada rantai pasok global yang kian rentan.
Untuk mencapai target swasembada berkelanjutan, Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan dua pilar utama: deregulasi aturan dan transformasi pertanian tradisional ke modern.
”Dunia sedang menghadapi ancaman serius. Jika terjadi krisis global, negara yang paling aman adalah yang mampu memproduksi pangannya sendiri. Itulah mengapa kita masifkan mekanisasi dan teknologi,” ujar Mentan Amran, dalam keterangan resminya, Rabu (25/3/2026).
Pemerintah menerapkan strategi ganda untuk menggenjot produksi nasional:
Intensifikasi: Penggunaan benih unggul, sistem pompanisasi, dan peningkatan indeks pertanaman pada lahan yang sudah ada.
Ekstensifikasi: Pembukaan lahan baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa sebagai sumber produksi masa depan.
Optimisme Menjadi Lumbung Pangan
Keberhasilan Indonesia meraih swasembada pangan pada tahun sebelumnya, kata Mentan Amran, menjadi modal kuat untuk melangkah lebih jauh.
Mentan Amran optimistis kekayaan sumber daya alam Indonesia, mulai dari lahan luas hingga iklim yang mendukung, mampu menjadikan Indonesia sebagai pemasok pangan global.
”Kita punya lahan, air, dan SDM. Jika semua dimaksimalkan melalui pertanian modern, menjadi lumbung pangan dunia bukan lagi sekadar mimpi, melainkan keniscayaan,” tegas Mentan Amran.
Langkah ini juga diambil sebagai antisipasi terhadap lonjakan biaya logistik, dan inflasi pangan global yang dipicu oleh gangguan jalur pelayaran internasional, serta kenaikan harga energi dunia.
Upaya swasembada pangan ini merupakan respons strategis Pemerintah Indonesia, dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dari dampak domino konflik Iran-Israel dan dinamika geopolitik global lainnya.
Menurut Mentan Amran, langkah utama yang menjadi pilar swasembada pangan berkelanjutan, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional menuju modern.
Dua langkah ini menjadi kunci keberlangsungan produksi pertanian nasional di tengah tantangan global.
“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada berkelanjutan. Keluar dari permasalahan geopolitik kita terus benahi aturan, deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern kita masifkan,” ungkap Mentan Amran. (*)
Comment