Alarm Virus Nipah: Bandara di Asia Perketat Pemeriksaan Penumpang asal India

Foto: Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang pria dengan gejala virus Nipah ke ruang isolasi di rumah sakit pemerintah di Kozhikode di negara bagian Kerala, India selatan, pada 16 September 2023. (Sumber: CNBCIndonesia/AFP/-)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Sejumlah negara di kawasan Asia mulai memperketat pengawasan kesehatan di pintu-pintu masuk internasional. Langkah preventif ini diambil menyusul merebaknya wabah virus Nipah yang mematikan di India, memicu kekhawatiran akan potensi penyebaran lintas negara yang menyerupai awal pandemi beberapa tahun silam.

Otoritas kesehatan India melaporkan sedikitnya lima kasus konfirmasi di negara bagian Benggala Barat. Hingga saat ini, lebih dari 100 orang telah dikarantina, termasuk sejumlah tenaga medis yang terpapar setelah menangani pasien awal.

Respons Cepat Thailand dan Skrining Ketat

Pemerintah Thailand menjadi salah satu yang paling sigap dengan mengaktifkan kembali protokol kesehatan di tiga bandara utama: Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket. Penumpang yang tiba dari Benggala Barat wajib menjalani pemeriksaan suhu dan skrining gejala.

“Petugas kesehatan menerapkan langkah-langkah ketat, dan sejauh ini para penumpang menunjukkan kerja sama yang sangat baik,” tulis pernyataan resmi pemerintah Thailand, Rabu (28/1/2026), dikutip dari CNBCIndonesia.

Selain bandara, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul juga memerintahkan pengawasan di objek wisata alam. Wisatawan dilarang keras berburu atau mengonsumsi satwa liar guna mencegah penularan dari hewan ke manusia.

Nepal dan Taiwan Siaga Satu

Nepal, yang berbagi perbatasan langsung dengan India, telah mendirikan pos kesehatan khusus di Bandara Internasional Tribhuvan dan titik perbatasan darat di Provinsi Koshi.

Sementara itu, Taiwan mengambil langkah administratif yang lebih ekstrem. CDC Taiwan berencana memasukkan infeksi virus Nipah ke dalam Kategori 5—level tertinggi untuk penyakit menular baru yang serius. Status peringatan perjalanan juga akan terus diperbarui sesuai dengan dinamika wabah di lapangan.

Ancaman Virus Nipah bagi Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan virus Nipah sebagai patogen prioritas karena memiliki potensi epidemi yang tinggi. Beberapa fakta krusial mengenai virus ini meliputi:

  • Zoonosis: Menular dari hewan (terutama kelelawar buah dan babi) ke manusia.

  • Fatalitas Tinggi: Memiliki tingkat kematian antara 40% hingga 75%.

  • Gejala: Mulai dari demam dan sakit kepala hebat hingga ensefalitis (pembengkakan otak) yang fatal.

Imbauan Perjalanan di Hong Kong

Di Hong Kong, para ahli mengimbau warga, khususnya komunitas Bengali yang cukup besar di sana, untuk menunda perjalanan ke India. “Mereka yang berencana melakukan perjalanan mungkin dapat menundanya sampai situasi lebih terkendali,” ujar Vishal Melwani, Wakil Presiden Asosiasi India Hong Kong.

Hingga berita ini diturunkan, pengawasan ketat masih terus diberlakukan di berbagai titik masuk utama Asia sebagai benteng pertahanan pertama menghadapi virus mematikan ini. (*)

Comment