BUENOS AIRES, MENITNEWS.COM – Legenda hidup Argentina, Angel Di Maria, kembali memanaskan perdebatan abadi mengenai siapa yang terbaik antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Mantan bintang Real Madrid tersebut memberikan perspektif unik berdasarkan pengalamannya bermain bersama kedua megabintang tersebut.
Dalam wawancara terbaru dengan media Spanyol, AS, Di Maria secara jujur mengakui bahwa dari segi profesionalisme murni, Ronaldo tidak memiliki tandingan. Namun, ia tetap bersikeras bahwa Messi berada di dimensi yang berbeda karena bakat alamiahnya.
Dedikasi Tanpa Batas vs Bakat Surgawi
Di Maria, yang pernah bahu-membahu bersama Ronaldo di Santiago Bernabeu (2010–2014), menyaksikan sendiri bagaimana kerja keras membentuk CR7 menjadi pemain elit.
“Dalam hal profesionalisme, Cris (Ronaldo) adalah nomor satu, jauh sekali. Etos kerjanya, upayanya yang konstan untuk menjadi yang terbaik sangat patut dipuji,” ujar Di Maria. “Namun, ia berada di era yang sama dengan Messi, yang secara signifikan memperumit ambisinya.”
Bagi pemain berjuluk El Fideo ini, perbedaan keduanya terletak pada cara mereka mencapai puncak:
“Cris adalah tentang kerja keras dan usaha untuk menjadi nomor satu. Tapi Messi? Dia bisa saja sedang minum mate di ruang ganti, lalu masuk ke lapangan dan menunjukkan bahwa dia memiliki anugerah Tuhan untuk menjadi yang terbaik tanpa perlu bersusah payah menunjukkan usahanya.”
Menolak Sejajar dengan Maradona
Meski sering dianggap sebagai pahlawan di laga-laga final Argentina, Di Maria tetap rendah hati saat namanya disejajarkan dengan Diego Maradona dan Lionel Messi oleh tokoh sepak bola Cesar Luis Menotti.
“Saya sangat berterima kasih kepada Cesar, tetapi saya bahkan tidak mendekati mereka. Mereka berdua berasal dari dunia yang berbeda. Saya tahu kenyataan bahwa saya sangat jauh dari level mereka,” ungkapnya.
Estafet Takhta: Kylian Mbappe Pemain Terbaik 2026
Berbicara mengenai peta persaingan saat ini, Di Maria menunjuk mantan rekannya di PSG, Kylian Mbappe, sebagai pewaris takhta pemain terbaik dunia. Di Maria meyakini Mbappe adalah sosok yang paling menentukan di lapangan saat ini.
“Kylian telah membuktikan setiap hari bahwa dia termasuk yang terbaik, dan hari ini, dialah yang terbaik. Ketika dia menemukan gaya permainannya, dia menjadi pengubah permainan yang total,” puji Di Maria terhadap penyerang anyar Real Madrid tersebut.
Menuju Piala Dunia 2026 Tanpa Di Maria
Saat dunia bersiap menyambut Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Di Maria memastikan dirinya hanya akan menjadi penonton. Meski rival-rival seangkatannya seperti Ronaldo, Messi, bahkan Luka Modric (yang akan menginjak usia 40 tahun) masih bersiap tampil, Di Maria merasa waktunya telah habis.
“Bukan berarti saya tidak mau, tapi saya pikir saya sudah menyelesaikan siklus,” pungkas Di Maria yang kini membela klub masa kecilnya, Rosario Central. “Saya telah mencapai semua yang saya inginkan. Sekarang saatnya bagi generasi muda.”
Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni mendatang. Tanpa Di Maria di lapangan, Argentina akan berjuang mempertahankan mahkota global yang ia bantu menangkan di Qatar 2022 lalu. (*)
Comment