MENITNEWS.COM, PALU — Langkah besar diambil dalam penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), secara resmi menunjuk Dr. Hj. Kartini Malarangan, M.H. sebagai Ketua DPD I APPMBGI Provinsi Sulawesi Tengah.
Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 012/SK/DPP-APPMBGI/I/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, M.Si (Bro Rivai).
Menariknya, Dr. Kartini tidak hanya dipercaya memimpin APPMBGI. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, akademisi sekaligus pengusaha sukses ini juga menerima mandat sebagai Wakil Ketua Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulawesi Tengah.
Hanya berselang semalam setelah menerima mandat APPMBGI, keesokan paginya ia langsung dilantik menjadi bagian dari jajaran elit HIPKA Sulteng.
Hal ini membuktikan kapasitas dan kepercayaan tinggi yang diberikan dunia usaha kepada sosoknya.
Rekam Jejak yang Solid di Dunia Bisnis dan Organisasi
Kartini Malarangan bukan orang baru dalam dunia manajerial. Selain mengurus Program Makan Bergizi Gratis, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) ini, dikenal sebagai sosok yang energik dan memiliki jam terbang tinggi.
Praktisi Jasa Boga: Owner Vinar Permata Catering Service. Pengelola Dapur Mitra Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pertama yang beroperasi di Sulawesi Tengah.
Pemimpin Organisasi: Tercatat aktif di 14 organisasi, termasuk menjabat Ketua IPEMI dan d’ULD Sulteng.
”Saya menerima amanah ini karena ingin mengakomodir pelaku UMKM dan pengelola dapur MBG agar bisa bersinergi. Harapannya, kita semua bergerak bersama menyukseskan program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Kartini, Minggu (1/2/2026).
Ke depan, Kartini telah menyiapkan roadmap strategis untuk APPMBGI Sulteng. Fokus utamanya adalah ekspansi Jaringan: Membuka titik-titik dapur MBG baru di berbagai wilayah Sulteng.
Pemberdayaan Tenaga Kerja: Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di sekitar titik dapur.
Optimalisasi Produk Lokal: Meningkatkan penggunaan bahan baku dari petani dan peternak lokal guna memutar roda ekonomi daerah.
Dengan kepemimpinan Kartini Malarangan, sinergi antara akademisi, pengusaha, dan pemerintah diharapkan menjadi kunci suksesnya Program Makan Bergizi Gratis di Sulawesi Tengah. (*)
Comment