Oleh: H. Muskab Muzakkar, ST., MM (Ketua Departemen IT & Digitalisasi BPP KKSS / Seksi Humas Panitia PSBM 2026)
KOTA Makassar kembali berdenyut. Para saudagar, pengusaha, dan perantau asal Bugis Makassar dari seluruh penjuru dunia mulai menginjakkan kaki di tanah leluhur.
Kehadiran mereka bukan sekadar ritual mudik atau silaturahmi pasca-Idulfitri 1447 H.
Melainkan untuk sebuah agenda strategis: Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026.
Namun, PSBM tahun ini memikul beban moral yang lebih besar. Kita tidak sedang berkumpul di masa yang tenang.
Dunia tengah berada dalam fase “turbulensi”—sebuah kondisi, dimana ketidakpastian ekonomi global dan perubahan peta politik terjadi begitu cepat dan sulit diprediksi.
Di sinilah relevansi ketangguhan karakter para Saudagar Bugis Makassar diuji.
Kolaborasi di Atas Kompetisi
Harapan besar tertuju pada ribuan peserta yang hadir. PSBM XXVI bukan sekadar seremoni tahunan BPP KKSS, melainkan sebuah laboratorium kolaborasi.
Keberhasilan forum ini tidak hanya diukur dari lancarnya acara, tetapi dari seberapa kuat komitmen kolektif untuk saling membesarkan.
Dalam forum ini, ratusan hingga ribuan pengusaha duduk bersama. Ini adalah peluang emas untuk terjadinya pertukaran ilmu dan pengalaman (knowledge sharing) yang nyata.
Lebih dari itu, PSBM XXVI 2026 harus menjadi jembatan bagi lahirnya akses permodalan bagi pelaku UMKM, dan pengusaha muda yang sedang merintis jalan.
Kita menantikan adanya transaksi bisnis riil, baik di skala domestik maupun menembus pasar internasional.
Spirit Pembinaan: Senior Menuntun, Yunior Belajar
Salah satu poin krusial dalam PSBM XXVI 2026 adalah keberlanjutan atau kaderisasi.
Semangat kebersamaan harus mewujud dalam tindakan nyata: para saudagar mapan berperan sebagai mentor yang membina.
Sementara pengusaha muda harus memiliki kerendahan hati untuk menimba pengalaman.
Siklus ini sangat penting untuk melahirkan pengusaha suksesor yang tangguh.
Komitmen para senior untuk memperkuat UMKM, akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang inklusif.
Sehingga kontribusi kita terhadap Bangsa dan Negara menjadi lebih signifikan.
Menghadapi Tantangan Global Dengan Ekosistem Kuat
Di tengah badai ekonomi dunia, kita tidak bisa berjalan sendiri.
Peran saudagar Bugis Makassar menjadi kian vital saat mampu bersinergi dengan Pemerintah, KADIN, serta berbagai organisasi profesi lainnya.
Membangun ekosistem ekonomi yang harmonis dan memiliki jaringan (networking) yang luas, adalah kunci untuk bertahan.
Ekosistem yang kuat akan melahirkan inovasi, dan karya produktif yang dibutuhkan oleh masyarakat luas.
Menyongsong Indonesia Maju 2045
PSBM XXVI 2026, harus menjadi momentum untuk mempertegas posisi Saudagar Bugis Makassar sebagai pilar ekonomi nasional.
Dengan semangat Siri’ na Pacce yang dipadukan dengan adaptasi teknologi digital, kita optimis dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyongsong visi Indonesia Maju 2045.
Mari jadikan pertemuan ini sebagai titik balik untuk memperkuat ketahanan ekonomi, mempererat silaturahmi, dan membuktikan bahwa di tengah turbulensi sekalipun.
Saudagar Bugis Makassar tetap tegak berdiri sebagai penggerak kemajuan.
Selamat mengikuti PSBM XXVI 2026! (*)
Comment