MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memacu akselerasi pembangunan infrastruktur dan sektor pertanian sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Sulawesi Selatan dalam forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).
Dalam pemaparannya, Gubernur mengungkapkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat konektivitas wilayah dan ketahanan pangan melalui pembangunan jalan serta sistem irigasi yang masif.
Ambisi 1.000 Kilometer Jalan
Gubernur memaparkan capaian signifikan dalam lima tahun terakhir, di mana Pemprov Sulsel telah merampungkan pembangunan jalan sepanjang 500 kilometer. Ke depan, target tersebut akan ditingkatkan secara drastis.
“Tahun ini, bersama Ibu Fatma Rusdi, insya Allah dalam tiga tahun pertama kami menargetkan membangun 1.000 kilometer jalan,” ujar Gubernur di hadapan para saudagar.
Untuk merealisasikan target tersebut, anggaran sebesar Rp3,7 triliun telah disiapkan. Menariknya, meski proyek dikerjakan oleh perusahaan nasional untuk menjamin kualitas, pemerintah tetap mewajibkan kolaborasi dengan pengusaha daerah.
“Kontraktor lokal tetap dilibatkan melalui kerja sama dengan porsi local content sekitar 40–50 persen,” tambahnya.
Sektor Pertanian: Investasi Rp780 Miliar dengan Potensi Panen Rp1 Triliun
Selain infrastruktur jalan, sektor irigasi menjadi prioritas untuk mendukung produktivitas petani. Pemprov Sulsel berencana membangun sistem irigasi seluas 54.000 hektare dengan nilai proyek mencapai Rp780 miliar.
Langkah ini diprediksi akan memberikan dampak ekonomi langsung yang luar biasa bagi masyarakat.

“Jika dihitung, hasil panennya bisa mencapai Rp1 triliun dalam sekali musim panen. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Sulsel,” jelas Gubernur.
Revitalisasi Wisata Malino dan Layanan Kesehatan Canggih
Di sektor pariwisata, kawasan Malino di Kabupaten Gowa akan dikembangkan sebagai destinasi wisata regional unggulan yang dilengkapi fasilitas modern.
Tak hanya itu, sektor kesehatan juga mendapat perhatian khusus melalui pembangunan rumah sakit dengan standar teknologi medis mutakhir. Walau secara administratif merupakan rumah sakit tipe B, Gubernur menjamin fasilitas di dalamnya setara dengan RS rujukan utama.
“Rumah sakit ini akan dilengkapi peralatan modern seperti CT scan. Tujuannya agar masyarakat di daerah yang jauh dari pusat kota tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tinggi,” tegasnya.
Komitmen untuk Kesejahteraan Masyarakat
Menutup sambutannya, Gubernur menekankan bahwa seluruh kebijakan pembangunan difokuskan pada lima sektor kebutuhan dasar: infrastruktur, pertanian, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Ia juga bersikap terbuka terhadap kritik dan saran dari para tokoh Sulawesi Selatan demi kemajuan provinsi di masa depan. “Kami ini adalah adik dan anak, kami mohon petunjuk dan masukan dari semua untuk pembangunan Sulawesi Selatan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)
Comment