MENITNEWS.COM, MAKASSAR – Jaringan saudagar Bugis Makassar kian memperkokoh eksistensinya di panggung global. Tidak hanya mendominasi sektor perdagangan domestik, diaspora asal Sulawesi Selatan ini kini telah membentuk jejaring kuat yang tersebar di berbagai benua, mulai dari Asia, Eropa, Amerika, hingga Australia.
Ketua Umum BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih komunitas ini merupakan buah dari proses panjang dan komitmen menjaga kebersamaan selama puluhan tahun.

“Semua ini tidak didapatkan secara instan. Ini adalah hasil kerja keras dan proses panjang. Kita patut bangga dengan kebersamaan yang telah terbangun selama ini,” ujar Amran dalam sambutannya pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM).
Dominasi di Sektor Publik dan Pemerintahan
Kekuatan diaspora Bugis Makassar tidak hanya terbatas pada sektor swasta. Amran, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian RI, menyoroti besarnya peran tokoh-tokoh berdarah Sulawesi Selatan dalam struktur pemerintahan di Indonesia.
Beberapa poin penting mengenai sebaran pengaruh ini antara lain:
-
Kepala Daerah: Tercatat sekitar 10 gubernur di Indonesia memiliki darah Bugis Makassar.
-
Legislatif & Eksekutif: Sebaran tokoh juga mencakup anggota DPR RI, bupati, hingga wali kota di berbagai wilayah.
-
Konektivitas Wilayah: Jejaring ini tetap solid mulai dari Kediri, Kalimantan, hingga wilayah pelosok lainnya, yang tetap terhubung sebagai satu keluarga besar.
Ekspansi Jaringan Internasional
Seiring berkembangnya zaman, diaspora Bugis Makassar telah membentuk organisasi resmi di mancanegara. Keberadaan cabang-cabang KKSS di luar negeri menjadi bukti bahwa semangat Siri’ na Pacce (harga diri dan solidaritas) tetap menyala meski terpaut jarak ribuan kilometer.
“Di mana pun kita berada, kita harus tetap saling berkomunikasi, saling membantu, dan menjaga silaturahmi. Kita ini satu keluarga besar,” pesan Amran.
Komitmen Terhadap Ekonomi Nasional
Lebih lanjut, komunitas saudagar ini menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional. Fokus utama mereka adalah mendukung kemandirian ekonomi, terutama dalam upaya menekan angka impor komoditas strategis.
Harapan besar diletakkan pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya beli masyarakat. Amran meyakini bahwa jika ekonomi nasional kuat, maka kesejahteraan masyarakat akan menyusul secara otomatis.
Menjadi Teladan di Perantauan
Menutup sambutannya, Andi Amran menitipkan pesan moral bagi seluruh perantau. Ia berharap setiap individu Bugis Makassar mampu menjadi contoh yang baik dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan tempat mereka tinggal.
“Tujuan kita sederhana: di mana pun kita berada, kita harus menjadi orang yang bermanfaat dan membawa kebaikan bagi sesama,” pungkasnya. (*)
Comment